SUMBER, fajarsatu.- Pembongkaran APBD tahun 2020 dinyatakan bukan sebagai penangguhan, melainkan untuk melihat secara detail ke bermanfaatan anggaran untuk kepentingan masyarakat secara luas.
Seperti apa yang disampaikan Ketua sementara DPRD Kabupaten Cirebon, Mohamad Luthfi. Ia menegaskan, pembongkaran APBD tahun 2020 sebagai usaha dalam rangka melihat kembali secara detail porsi anggaran.
“Catatan yang paling penting APBD itu untuk kepentingan rakyat yang harus diprioritaskan, maka akan diujikan lagi APBD dari investasi pemerintah ini yang sebesar Rp 3,4 triliun apakah sudah dipastikan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat secara luas,” kata Luthfi, Kamis (19/09/2019).
Kemudian dirinya pun mengungkapkan dalam porsi APBD tahun 2020 harus dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat seperti permasalahan sampah, air bersih, dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.
“Kami bukan bermaksud menangguhkan ketik palu APBD, tapi kami ingin APBD itu sesuai sebagai mana mestinya, ” ucapnya.
Kemudian, lanjut dia, dalam pemilihan program-program harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat hari ini. Pihaknya ingin program yang didorong oleh pemerintah dapat memiliki keberpihakan kepada masyarakat terutama bagi pemecahan permasalahan yang mendesak.
“Jujur saja belum ketika palu bukan soal minta jatah proyek atau apa, karena kepentingan DPRD ingin memperjuangkan aspirasi rakyat sepenuhnya,” tuturnya.
Oleh karena itu, dirinya meyakinkan kepada eksekutif untuk tidak khawatir dalam hal ini. Karena DPRD tidak mempunyai kepentingan dan hanya ingin memastikan keberpihakan anggaran bagi masyarakat melalui program-program yang di luncurkan oleh eksekutif.
“Mengenai waktu terkait dengan APBD tahun 2020 saya rasa masih punya waktu dua bulan artinya bilamana mundur selama 2 minggu masih bisa terkejar,” tutupnya. (FS-7)