SUMBER, fajarsatu.- Kondisi cuaca di Kabupaten Cirebon saat ini masuk status waspada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon memprediksi, akan terjadi hingga akhir Oktober.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra menjelaskan, satu minggu terakhir, cuaca di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan drastis. Suhu udara berada di atas 30 derajat celcius.
“Berdasarkan informasi BMKG satu minggu terakhir, panasnya mengalami peningkatan. Suhu antara 24-36 derajat,” ungkapnya, ketika dihubungi, Kamis (24/10/2019).
Akan tetapi, pada minggu terakhir pun memasuki masa transisi. Karena dibarengi dengan peningkatan angin. Kecepatan angin tinggi. Artinya kata Dadang, sudah masuk ke masa transisi.
Dadang mengingatkan, status waspada kali ini rentan terjangkit banyak penyakit. Makanya, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan.
“Diantaranya Ispa, Flu, Batuk yang seringkali menyerang,” ucapnya.
Dadang mengaku cuaca kekeringan kali ini lebih panjang dari tahun sebelumnya. Karena sudah dimulai sejak awal Juli. Sementara ditahun sebelumnya dimulai diawal Agustus. “Tahun ini lebih panjang dari tahun sebelumnya,” kata dia.
BPBD pun sudah melakukan berbagai tindakan. Diantaranya dengan memenuhi usulan pengiriman air kebeberapa desa yang mengalami kekurangan.
Sampai Oktober ini, pihaknya sudah menerima usulan pengiriman air dari 33 desa dari 14 kecamatan. Semuanya sudah dipenuhi. Terdapat beberapa desa yang sudah terjadwal dikirimkan air.
“Diantaranya ada desa Kreo, Slangit Kecamatan Klangenan. Desa Gebangilir Kecamatan Gebang dan Desa Sedong Kecamatan Sedong yang setiap minggunya 2 kali dikirim air,” terang Dadang.
Untuk desa-desa lain, masih diberlakukan sistem pengajuan. Pengirimannya itu, ada yang dimulai sejak dari Juli, Agustus dan Oktober. Dimasa transisi ini, diharapkan kata Dadang, awal November nanti, sudah mulai turun hujan.
Meningkatnya kondisi cuaca di Kabupaten Cirebon, digarapkan tidak berimbas pada konstalasi politik yang terjadi. Mengingat, dalam waktu dekat ini, akan menghadapi pemilihan kuwu (Pilwu).
“Mudah-mudahan panas ini tidak berdampak pada kondusifitas daerah,” pungkasnya. (FS-7)