SUMBER, fajarsatu.- Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi meninjau secara langsung kelanjutan pembangunan Sport Center Watubelah Kabupaten Cirebon bersama Pimpinan DPRD dan OPD terkait didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Kimrum) Kabupaten Cirebon, Agas Sukma Nugraha selaku dinas teknis Pembangunan Stadion Watubelah.
Dalam tinjaunnya, Imron diajak berkeliling untuk melihat seluruh fasilitas yang nantinya akan dimiliki oleh salah satu bangunan monumental yang dimiliki oleh Kabupaten Cirebon tersebut.
Stadion yang berdiri diatas tanah seluas 9,8 hektare dengan luas bangunan sebesar 20.200 meter persegi ini nantinya akan memiliki kapasitas penonton sebesar 16.062.
Dari design yang sudah dipastikan juga setelah tahapan pembangunan mencapai 100 persen, seluruh tribun akan ditutupi oleh kanopi sehingga penonton akan merasa nyaman dalam menyaksikan setiap pertandingan sepak bola.
“Pembangunan stadion dan pusat sarana olahraga ini dianggarkan dari bantuan dari APBD Provinsi Jawa Barat. Sesuai design nantinya stadion ini akan sama seperti Stadion Wabawa Mukti yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Imron seusai meninjau seluruh sisi bangunan stadion, Rabu (6/11/2019).
Stadion ini juga nantinya akan disertai dengan sarana olahraga yang baik dan representatif bagi setiap masyarakat yang ingin menggunakannya. Oleh karena itu, untuk mencapai suatu keinginan tersebut Imron meminta kepada DPRD Kabupaten Cirebon untuk bisa menganggarkan bagi pembangunan lanjutan stadion olahraga sebesar Rp 50 miliar.
“Sesuai design stadion ini memiliki sarana olahraga yang baik dan representatif kalau udah jadi, tapi untuk mencapai itu semua harus ada bantuan juga dari dewan supaya bisa menganggarkan sebesar Rp 50 miliar dari APBD untuk lanjutan pembangunannya,” terangnya.
Dari hasil tinjauannya yang langsung turun ke lapangan, dirinya memastikan saat ini pembangunan stadion watu belah sudah mencapai 50 persen. Akan tetapi Imron meminta agar seluruh sarana olahraga dari berbagai macam cabang olahraga disiapkan agar benar-benar menjadi pusat olahraga.
“Setelah saya meninjau tadi, pembangunan statdion ini sudah mencapai 50 persen. Tapi kalo mau jadi pusat sarana olahraga harus disertakan cabang olahraga lainnya, jangan cuma atletik dan sepak bola aja,” ucapnya.
Bahkan secara tegas, Imron memerintahkan jajarannya untuk mematangkan dalam hal pemeliharaan stadion agar tidak menyia-nyiakan anggaran pembangunan. Pasalnya, stadion tersebut dikatakannya harus bisa memberikan pendapatan bagi daerah sehingga perlu dibentuk tim pengelola stadion.
“Kita harus membentuk tim untuk mengelola stadion ini supaya anggaran yang sudah dikeluarkan gak sia-sia,” ujarnya.
Bukan hanya itu, ia pun meminta nama yang unik agar mudah diingat juga memiliki nilai lebih bagi penamaan stadion yang kedepan akan menjadi stadion kebanggan masyarakat Kabupaten Cirebon.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka yang juga turut dalam tinjauan kali ini mengungkapkan, DPRD ingin turut serta dalam setiap pembangunan bagi Kabupaten Cirebon yang lebih baik lagi.
“Kami jelas ingin membiat pembangunan Kabupaten Cirebon yang lebih baik lagi, dan saya juga ingin dewan bisa berjalan berbarengan dengan eksekutif,” ucapnya.
Menjawab keinginan Bupati agar ditahun 2020 dianggarkan sebesar Rp 50 miliar untuk kelanjutan pembangunan stadion, ia pun merespon jika tahun depan bisa dianggarkan mengapa tidak bisa untuk dianggarkan.
Oleh karena itu, dibutuhkan komunikasi yang lancar agar dalam penganggaran yang dimaksud tidak keliru dan tepat sasaran.
“Asalkan ada komunikasi yang lancar supaya anggaran itu tepat sasaran, karena kami masih mengedepankan pembangunan yang pro terhadap rakyat,” tutupnya. (FS-7)