SUMBER, fajarsatu.- Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon melakukan inspeksi mendadak (sidak) protek pembangunan jembatan di Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.
Dari hasil sidak itu, seluruh anggota Komisi III yang ikut dalam acara sidak tersebut mengaku kecewa dengan proyek jembatan ruas jalan Tegalsari-Lemahtamba senilai Rp 1,9 milliar.
Saat ditemui di lokasi sidak, Ketua Komisi III, Hermanto mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cirebon dan rekanan.
pasalnya, proyek dengan panjang 17 meter dan luas 6 meter itu, harusnya sudah selesai tanggal 27 Desember tahun lalu dan dikerjakan oleh CV Adrian.
“Saya kecewa berat dengan kinerja DPUPR. Sudah habis masa kontrak, tapi kenapa baru selesai tadi malam saat kita akan sidak. Ini ada yang tidak beres antara dinas dan rekanan,” kata Hermanto kepada wartawan, Kamis (30/1/2020).
Hermanto juga mengaku sering mendengar laporan kalau setiap tahunnya, kasus tersebut banyak terulang di DPUPR. Entah itu proyek murni maupun ABT, menurutnya tetap salah. Hermanto juga mempertanyakan kinerja perencanaan, yang menjadi ujung tombak awal pekerjaan.
“Kinerja perencanaan dipertanyakan. Setiap tahun selalu terulang. Makanya, tahun ini lelang harus di awal awal tahun, supaya akhir tahun 2020 bisa selesai semuanya,” jelasnya.
Hermanto menjelaskan, dalam aturan sebetulnya sudah tidak boleh lagi ada pekerjaan setelah masa kontrak pekerjaan selesai. Namun pada kenyataannya, jembatan tersebut terus kerjakan, meskipun sudah lewat batas kontrak. Pihaknya akan melakukan klarifikasi mendalam kepada DPUPR berkaitan dengan persoalan tersebut.
“Kami sudah menemukan beberapa paket pekerjaan di DPUPR yang sama persis dengan jembatan ini. Ini persoalan serius yang harus ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi PPTK jembatan DPUPR, Wawan Gunawan menyatakan, telatnya pembangunan jembatan disebabkan oleh proses pengerasan pengecoran karena menunggu umur beton.
Terkait dikerjakan sampai melebihi masa kontrak, Wawan mempersilahkan menanyakan masalah tersebut ke Kabid Peningkatan Jalan dan Jembatan DPUPR, Hidayat.
Sayangnya, Hidayat yang ada di lokasi enggan memberikan keterangan berarti. Ia mengaku sedang tidak sehat kondisinya. “Ke Pak Wawan saja, saya sedang tidak enak badan,” tukas Hidayat. (FS-7)