Dua Jam Sebelum Pengumuman Pemberhentian Umrah Sementara oleh Arab Saudi
CIREBON, fajarsatu.- Tepat dua jam sebelum pemerintah Arab Saudi mengumumkan pemberhentian kunjungan sementara untuk meminimalisir penyebaran virus corona, rombongan jamaah umroh travel PT Shamira Ali Wisata Dini Group Indonesia berhasil masuk ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah.
Kepala Cabang Dini Group Indonesia (DGI), Hj. Yuli Nirmala mengatakan, rombongan jamaah yang berhasil masuk ke Arab Saudi berjumlah 40 orang berasal dari Surabaya.
“Dari keterangan mitra kita yang membawa jamaah satu bis itu terbang dari Bali menuju ke Turki menggunakan Batik Air, lalu pukul 19.00 waktu Turki kemudian sampai ke Mekkah jam 22.00 pada tanggal 26 Februari,” kata dia saat ditemui di kantornya, Jumat (28/2/2020).
Meskipun ada pertanyaan dari jamaah, terutama terkait dengan visa untuk meminta kejelasan dalam penerbangan., dirinya menjelaskan, pada Maret mendatang DGI tidak menjadwalkan adanya keberangkatan umrah.
“Jamaah banyak yang nanya terkait visa, soalnya visa kan masa berlakunya cuma 26 hari dan menanyakan jadwal penerbangan. Kami jelaskanm kalau pada Maret mendatang jasa travel kita tidak menjadwalkan keberangkatan umroh,” ucapnya.
Dirinya menginginkan larangan itu tidak terlalu lama diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Meskipun demikian, sesuai informasi yang didapatkannya pada 14 Maret mendatang Maskapai Saudi Airlines akan beroperasi kembali dan itu menjadi sinyal bila pertengahan Maret nanti Arab Saudi akan membuka kembali akses bagi jamaah Umroh.
“Dengan adanya info itu, pada tanggal 7 April kami akan memberangkatkan jamaah sebanyak 370 orang,” jelasnya.
Sebelumnya pada 21-22 Februari, pihaknya sempat memberangkatkan jamaah sebanyak lima bus kurang lebih 200 jamaah. Disebutnya sebelum adanya kabar berita soal ramainya virus corona di Arab Saudi pihaknya dalam jangka waktu satu bulan bisa memberangkatkan jamaah sebanyak tiga kali.
“Dengan adanya pemberhentian sementara ini jelas jamaah banyak yang harus menunggu sampai pemerintah Arab Saudi membuka lagi untuk kedatangan jamaah umroh,” ucapnya.
Sementara itu, Novi selaku tour leader mitra dari DGI di Mekkah melalui video call mengatakan, agar jamaah umroh jangan mengkhawatirkan dengan adanya larangan tersebut.
Pasalnya pemerintah Arab Saudi hanya menutup sementara kunjungan umroh dan dirinya memperkirakan hal itu tidak berlaku dengan jangka waktu yang lama.
“Ini hanya sementara, jadi jamaah jangan terlalu khawatir untuk tidak berangkat,” bebernya.
Hal itu dikatakannya karena pemerintah Arab Saudi tidak memberikan perlakuan khusus terhadap jamaah umroh. Dari situasi yang dikabarkanya melalui sambungan video call tersebut, kondisi di Mekkah sendiri terlihat normal. Hanya saja pihak travel memberikan layanan masker bagi setiap masker untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Alhamdulillah, kita bisa masuk ke bandara jeddah sebelum pemerintah Arab Saudi mengumumkan pemberhentian sementara kunjungan bagi jamaah umroh. Kita juga disini tidak diperlakukan khusus oleh pemerintah Arab Saudi dan situasi disini berjalan seperti biasanya,” pungkasnya. (FS-7)