SUMBER, fajarsatu.- Jembatan Baitul Hikmah yang berlokasi di Desa Tegal Gubugkidul, Kecataman Arjawinangun, Kabupaten Cirebon dalam kondisi melengkung pasca dilakukan pembangunan kondisi jembatan tersebut dalam kondisi tidak wajar. Jembatan senilai Rp 4,4 milliar dalam pengerjaannya melebih dari batas yang sudah ditentukan.
“Saya kecewa dengan hasil pekerjaan. Nilainya besar, lalu sudah melewati batas tahun, besinya sudah melengkung. Apakah ini aman buat dilalui kendaraan,” kata Hermanto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon kepada wartawan saat sidak dilokasi keberadaan jembatan, Kamis (20/2/2020).
Menurut Hermanto, pihaknya akan memanggil DPUPR, dan meminta penjelasan secara rinci. Dewan akan mempertanyakan atas hasil pengerjaan jembatan dengan kondisi melengkung tersebut, dan apa alasannya pekerjaan dikerjakan melebihi batas tahun.
Ketika ditanya soal kekuatan jembatan dengan kondisi melengkung itu, Hermanto mengaku tidak punya kapasitas untuk menjelaskan hal tersebut.
“Nanti saya akan minta klarifikasi perencanaan dan konsultan proyek. Saya baru lihat, jembatan baru dibangun kok sudah melengkung. Kalau diperlukan, kami akan datangkan tim teknis yang independen untuk mengukur kekuatan jembatan,” ungkap Hermanto.
Hal senada dikatakan Anton Maulana, anggota komisi III. Menurutnya sejak awal pekerjaan sudah salah. Pasalnya perusahaan yang mengerjakan proyek jembatan dilakukan oleh CV. Tri Jaya Teknik diduga tidak kapabel. Harusnya pekerjaan dengan nilai miliaran dikerjakan oleh PT bukan CV.
Anton juga menyoroti Kontrak pekerjaan yang dimulai 22 Agustus 2019 dan berakhir 22 Desember akhir tahun kemarin.
“Ini sudah salah dari awal juga. Harusnya yang mengerjakan itu PT bukan CV. Pekerjaa juga selesai melewati batas tahun kok,” jelas Anton.
Sementara Kabid Peningkatan Jalan dan Jembatan, Hidayat, kembali memberikan alasan klise. Selesai melewati akhir tahun alasannya karena demi kepentingan masyarakat. Yang penting akunya, semua anggaran bisa terserap 100 persen. Terkait ada lengkungan besi, dia menjamin masih aman karena masih di angka lengkungan 3 cm.
“Jembatan masih aman tenang saja. Yang penting anggarannya sudah terserap 100 persen,” pungkasnya. (FS-7)