KESAMBI, fajarsatu.- Sejak merebaknya virus corona (Covid-19), RSD Gunung Jati (RSDGJ) terus berusaha menambah kapasitas sejumlah 29 tempat tidur. Saat ini, RSGJ mempunyai ruang isolasi dengan kapasitas enam tempat tidur yang terdiri dari empat tempat tidur untuk perawatan biasa dan dua tempat tidur untuk perawatan intensif.
Demikian dikatakan Direktur RSD Gunung Jati (RSDGJ), dr. H. Ismail Jamaludin, Sp.OT, saat menggelar konferensi pers yang berlangsung di Graha Husada Lt. 2 Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Senin (23/3/2020).
“Ruang isolasi saat ini penuh, terdapat enam pasien yang sedang dirawat. Pasien yang memerlukan isolasi untuk sementara ditempatkan di anteroom (ruang tunggu) ruang isolasi sebelum dirujuk ke rumah sakit lain. Sampai tadi pagi ada empat orang ditempatkan di anteroom (ruang tunggu),” terang dia
Ruang isolasi tersebut dilengkapi dengan sistem ventilasi negatif, CCTV untuk memantau kondisi pasien dan alat-alat medis untuk keperluan perawatan pasien dengan airborne disease.
Dijelaskan Ismail, ruang isolasi ke dua ini menggunakan ruang perawatan yang sebelumnya tidak digunakan. Setelah itu juga masih akan terus menambah kapasitas tempat tidur dengan mengalih fungsikan Ruang IPSRS dan Rumah Tangga menjadi ruang isolasi ketiga.
“RSGJ juga telah membentuk Tim Infeksi Emerging yang diketuai dr. Syifa Imelda, Sp.P dan beranggotakan dokter-dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga kesehatan lainnya, serta beberapa pejabat structural,” ungkapnya.
Dalam penanggulangan Covid-19 ini, tambahnya, perlu dukungan sarana dan prasarana yang memadai, terutama alat pelindung diri (APD). Saat ini ketersediaan APD dalam kondisi kritis karena kebutuhan semakin meningkat akibat dari peningkatan jumlah pasien.
“Dalam pemenuhan sarana dan prasarana tersebut, RSDGJ dibantu Pemkot Cirebon dan Pemprov Jawa Barat, serta Kemenkes RI,” ujarnya.
Tambahnya, upaya lainnya yang telah dilakukan RSDGJ dalam upaya mencegah penularan Covid-19 antara lain membatasi akses pintu masuk RS, meniadakan jam kunjungan, membatasi jumlah penunggu pasien, hanya diperbolehkan satu orang.
Selain itu, skrining suhu tubuh di pintu masuk, bila suhu 37,4 drajat Celcius atau lebih maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pembagian zona aman.
“Hal lainnya, melakukan edukasi kepada pegawai melalui audio RS dan masyarakat melalui akun instagram RSDGJ, yaitu @rsdgunungjati dan penerimaan bantuan dari masyarakat, baik berupa makanan, vitamin dan APD. Terima kasih kepada seluruh donator atas bantuan yang telah diberikan,” ujar Ismail. (dave)