KESAMBI, fajarsatu.- Tingginya mobilisasi masyarakat di Kota Cirebon yang dikenal sebagai wilayah transit menjadikan Kota Cirebon berpotensi menjadi daerah yang terpapar penyebaran Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Edy Sugiarto mengatakan, kondisi Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Cirebon tercatat sebanyak 36 orang. Lanjut dia, ada peningkatan 5-6 orang per hari akibat aktifnya mobilisasi masyarakat terutama dari orang luar Cirebon yang berkunjung.
“Kalau sudah peningkatan ODP 5-6 orang per harinya, itu sudah bisa dikatakan masuk dalam zona merah,” ujarnya, Senin (23/3/2020).
Ia merinci, sejak bulan lalu terdapat 8.000 orang masuk ke Kota Cirebon, diantaranya 5.700 orang masuk melalui stasiun, 500 orang melalui terminal dan 100 orang melalui bandara.
“Yang jelas kita sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk, karena kita anggap peningkatan signifikan menjadi masuk dalam zona merah,” tuturnya.
Direncanakan, Gedung Pusdiklatpri akan dijadikan tempat evakuasi atau screaning dalam penanganan kasus Covid-19 bilamana terjadi kemungkinan terburuk.
“Disana memiliki daya tampung yang diprediksikan bisa buat 200-400 orang,” ujarnya. (dave)