ARJAWINANGUN, fajarsatu- Setiap ada pasien yang positif atau terduga positif corona (Covid-19) meninggal dunia, pihak rumah sakit harus menyiapkan sedikitnya 20 alat pelindung diri (APD).
Hal itu diungkapkan Direktur RSD Arjawinangun, dr. Bambang Sumardi kepada fajarsatu.com, Minggu (19/4/2020).
Dikatakannya, saat ada satu pasien ODP atau PDP yang meninggal dunia, sedikitnya 20 APD harus disiapkan. Bambang merinci, APD tersebut digunakan oleh petugas yang menggotong, memandikan dan membungkus jenazah sebanyak empat orag. Sedangka para petugas medis lainnya kurang lebih 18 orang.
“Ada 20 APD yang harus kita siapkan dikala ada pasien yang meninggal dunia, belum lagi rumah sakit harus menyiapkan peti jenazah khusus yang harus dibeli pihak rumah sakit. Barang-barang itulah yang saat ini sangat dibutuhkan,” kata Bambang.
Lanjutnya, selain peralatan APD, anggaran yang dikeluarkan pun sangat besar. Saat ada pasien Covid-19 yang meninggal, rumah sakit juga harus mengeluarkan anggaran hingga mencapai Rp 15 juta, apalagi peti zenajahnya itu harus khusus.
“Kemarin kita juga mendapat bantuan peti jenazah dari salah satu yayasan di Kabupaten Cirebon, serta ada juga bantuan dari Subang. Alhamdulillah masyarakat sudah sangat peduli dengan kita di saat seperti ini,” ungkapnya.
Dikatakan Bambang, rumah sakit tetap harus mempersiapkan segalanya karena pasien Covid-19 yang meninggal itu harus dilakukan sesuai prosedur, seperti memandikan dan mengangkat jenazah hingga mengantarkannya ke pemakaman.
“Semua petugas dalam prose situ harus menggunakan APD lengkap,” pungkas Bambang. (dan)