MAJALENGKA, fajarsatu – Sebagai upaya persiapan penerapan PSBB di seluruh Wilayah Jawa Barat, Kepala Daerah se-Wilayah Ciayumajakuning mengadakan rapat koordinasi persiapan penerapapan PSBB di wilayah Ciayumajakuning yang berlangsung di Pendopo Gedung Negara Kabupaten Majalengka, Minggu (3/4/2020)
Rapat dimulai penyampaian oleh Bupati Majalengka, Karna Sobahi yang menyatakan, Pemkab Majalengka sudah maksimalkan penanganan dan pencegahan Covid-19 sesuai prosedur dan protokoler yang ditetapkan. Hal yang paling krusial yang sedang dihadapi adalah penanganan pemudik yang datang ke Majalengka
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama menyatakan, Wilayah III Jawa Barat agar satu pemahaman tentang penanganan Covid 19. termasuk di dalamnya penerapan PSBB.
Selanjutnya, lanjutnya, di Kabupaten Kuningan sudah dilakukan Karantina Wilayah Parsial (KWP) selama satu bulan lebih. Jumlah pemudik sebanyak 80.000 lebih.
“Yang akan dilakukan yaitu menutup total kegiatan masyarakat dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Untuk mengatur arus barang pengendalian bahan pangan sehingga pasar diberikan sedikit dispensasi. Pasar buka dari pukul 06.00 himgga pukul 16.00 WIB,” jelas Acep.
Tambahnya, untuk pelayanan yang sifatnya urgent boleh beroperasi tetapi untuk kegiatan lainnya tutup total. Sedangkan pro konta kegiatan ibadah masih terjadi di Kuningan.
“Penyaluran sembako sedang mengupgrade data agar tidak terjadi kekisruhan lagi di desa-desa. ecovery ekonomi setelah kejadian ini harus dipikirkan karena akan menjadi masa masa sulit,” katanya.
Acep berharap, Wilayah III persepsinya sama untuk PSBB selama 14 hari ke depan.
Sementara Plt Bupati Indramayu, H. Taufik Hidayat menyampaikan beberapa hal di antaranya, secara umum permasalahan sama seperti Kabupaten Kuningan dan Majalengka.
Dikatakannya, masalah perbatasan hanya di Pantura yang tidak dilakukan check point karena itu merupakan jalur nasional. “Tetapi pada saat PSBB pasti akan dilakukan check point secara berkala. Terkait pasar tumpah di Indramayu kebanyakan pedagang dari CIREBON khususnya Tegalgubuk,” ungkapnya.
Taufik menambahkan, setelah dilakukan penutupan pasar masih terjadi transaksi jual beli secara sembunyi-sembunyi sehingga tetap dilakukan pengecekan secara berkala dan untuk bantuan agar semua kepala daerah harus satu persepsi.
“Untuk musim panen raya Indramayu masih ada yang bercocok tanam di wilayah Kabupaten Majalengka jadi nanti pada saat PSBB agar ada kebijakan tersendiri,” kata Taufik.
Disampaikannya, 15 ribu pemudik masuk Indramayu adalah imigran yang bekerja di luar negeri
Adapun Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi menyatakan, pihaknya sudah ada kerjasama perbatasan untuk penanganan Covid-19 dan untuk masalah ibadah sudah ada koordinasi dengan MUI namun masih ada kendala.
“Masih banyaknya jumlah pemudik sebanyak 10 ribu orang dan data bansos masih menyesuaikan dengan data yang tercatat di provinsi,” katanya.
Selain itu, tambah Imron, Kabupaten Cirebon sudah menyiapkan bantuan Rp 25 miliar dalm bentuk beras untuk bansos di Kabupaten Cirebon.
Sementara, Wali Kota Cirebon, H. Nashrudin Azis menyatakan, harus ada kesepakatan lima daerah yang dapat melintasi perbatasan dan harus ada kesepakatan jam operasional pasar/minimarket di wilayah Ciayumajakuning
Hasil pertemuan lima kepala daerah se-Wilayah III menghasilkan tiga poin kesepakatan di antaranya, terkait teknis check point perbatasan yang akan diatur siapa saja yang bisa lewat, pembatasan jam operasional pasar diserahkan ke daerah masing-masing dan pembatasan ibadah berpedoman pada surat edaran Menteri Agama RI
Selanjutnya hal teknis akan dirumuskan oleh sekda dan diadakan rapat lanjutan dengan Dandim dan Kapolres tentang teknis operasional bersama tim gugus tugas masing-masing daerah. (dave)