KESAMBI, fajarsatu – Pimpinan DPRD Kota Cirebon mengunjungi Sekretariat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon di Jalan Aria Kemuning No. 1, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Senin (24/8/2020).
Kehadiran pimpinan DPRD Kota yang dipimpin Ketua DPRD Kota, Hj. Affiati, dua wakil ketua, Fitria Pamungkaswati dan M. Handarujati Kalamullah dan anggota DPRD Kota Cirebon, Dian Novitasari, disambut ramah pengurus PCNU Kota Cirebon.
Usai pertemuan yang memakan waktu hingga dua jam, Ketua PCNU Kota Cirebon, M. Yusuf mengatakan, DPRD Kota Cirebon telah melayangkan surat secara formal, secara otomatis pihaknya harus menerima baik.
“DPRD Kota Cirebon telah melayangkan surat secara formal, secara otomatis pihaknya harus menerima baik. Karena kalau tidak menerima hukumnya dosa,” kata Yusuf.
Kunjungan pimpinan DPRD ini, lanjutnya, untuk silaturahmi, menyatukan visi misi. Dikatakan Yusuf, kalau misi sudah selesai, visinya yang perlu bersilatruahim berkelanjutan.
“Dalam hal ini tentang persoalan pembangunan, tentang persoalan keagamaan dan lain sebagainya. Itu perlu ada sinergitas, dan tidak mungkin pemot dan dewan sendiri yang bisa melaksanakan tapi harus bisa berkoordinasi dengan ormas-ormas yang lain, termasuk NU,” ucapnya.
Terkait kasus pencoretan kata khilafah pada da 6 Juli di Gedung DPRD, Yusuf mengungkapkan, persoalan tersebut karena pertama ada permintaan maaf, pihaknya sudah memaafkan tetapi belum dilupakan.
Lanjutnya, pembahasan lainnya terkait pelaporan karena sudah masuk ranah hukum. “Kita ini negara hukum bukan negara belantara maka diseleaikan secara hukum.
Sementara, Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj. Affiati mengucap syukur silaturahmi dengan PCNU Kota Cirebon berjalan lancar.
“Alhamdulillah, ini adalah silaturahmi pimpinan DPRD Kota Cirebon ke PCNU dan acaranya memperkenalkan diri dari awal kami menjabat sebagai pimpinan DPRD, saya, Bu Fitria dan Pak Andru baru berkesempatan hari ini datang ke PCNU,” kata Affiati.
Ia berharap, pertemuan ini menadi silaturahmi yang barokah dan dijadwalkan sering ada silaturahmi yang akan datang dan tidak terputus hari ini saja.
“Kemudian kita bisa membangun sinergitas antara DPRD dengan PCNU karena banyak sekali program-program yang mungkin dari PCNU sendiri ada kegiatan yang perlu kami dukung,” jelasnya.
Terpisah, ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lapkesdam NU) Kota Cirebon, Ide Bagus Arif Setiawan mengatakan, pertemuan ini konteknya silaturahim antara PCU NU dengan pimpinan DPRD.
Lapkesdam menilai, pimpinan dewan sudah mengakui ada kealfaan mengenai ajaran-ajaran yang berbahaya yang bertentangan dengan Pancasila dan dilarang, makanya Lapkesdam pertegas bahwa khilafah dalam bentuk apapun, wadah apapun, organisasi apapun terlarang di Indonesa, apaladi di Cirebon sebagai Kota Wali.
“Terkait pelaporan, kita memaafkan tetapi tidak melupakan. Kedua ini negara negara hukum, hukum tetap berjalan dan tidak ada pencabutan karena ini delik murni,” pungkas pria yang akrab disapa Ibas ini. (irgun)