KESAMBI, fajarsatu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon menerbitkan bernomor 503/3161-Dinkes per tanggal 17 November 2020 perihal penutupan sementara pelayanan operasioal klinik dan sarana kefarnasian enam perusahaan, Selasa (17/11/2020).
Penutupan sementara itu berkaitan dengan adanya beberapa karyawan yang terkonfirmasi Covid-19. Untuk penanggulangan pencegahan dan penyebaran Covid-19, maka sembilan perusahaan tersebut ditutup sementara sampai ada pemberitahuna selanjut.
Surat yang ditandatangani Kepala Dinkes Kota Cirebon, dr. H. Edy Sugiarto, M.Kes itu menyebutkan, sembilan perusahaan itu antara lain, Apaotek Pasuketan, Apaotek Pasuketan Setiabudi, Apaotek Pasuketan Gunungsari, Apaotek Pasuketan Perumnas.
Selanjutnya, Toko Alat Kesehatan CV Carmelia, Toko Alat Kesehatan Carmellia, PAK Carmellia Gustavindo, PBF Carmellia Gustavindo dan Klinik Carmellia.
Dinkes meminta agar sembilan perusahaan tersebut menutup sementara usahanya yang mulai berlaku sejak Selasa (17/11/2020) sampai dengan hasil tes seluruh karyawan dinyatakan negatif.
Selain itu, Dinkes meminta sarana yang berkaitan dengan usaha kesembilan perusahaan tersebut agar segera dilakukan proses disinfeksi.
Dikabarkan sebelumnya, dua orang karyawan Apotek Pasuketan terkonfirmasi positif Covid-19, dan satu orang tenaga kesehatan (nakes) positif Covid-19. Kali ini pemilik AP yang juga pasangan suami istri terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal ini diungkapkan Kadinkes Kota Cirebon, dr. H. Edy Sugiarto, M.Kes kepada wartawan, Jumat (13/11/2020). Pemilik Apotek Pasuketan ini, kata Edy, sampai dengan saat ini masih menjalani isolasi mandiri di RS Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon.
“Karena yang bersangkutan memiliki finansial, maka dipersilahkan menjalani Isolasi Mandiri di RS Mitra Plumbon,” kata Edy.
Mengenai kondisi karyawan lainnya, sambung Edy, karyawan Apotek Pasuketan sudah dilakukan tes swab dan hasilnya negatif sehingga dipastikan aman.
Jumlah total karyawan yang sudah menjalani tes swab tidak kurang sekitar 20 orang lebih dan hasilnya negatif, berbeda dengan pemiliknya yang saat ini sedang dirawat dan menjalani isolasi mandiri.
“Walaupun pemiliknya positif, tapi hasil tes karyawan Apotek semua negatif, tapi tetap apotek dilakukan sterilisasi, dan mereka punya desinfektan sendiri,” ujar Edy.
Dirinya juga tidak menampik petugas Puskesmas sempat kesulitan untuk melakukan swab karyawannya, Meskipun karyawan 2 positif dalam proses, kemudian pemiliknya juga tertutup dan satu lagi nakes yang positif juga agak tertutup.
“Saya akui mereka memang agak tertutup, termasuk nakes yang positif juga tertutup walaupun sebenarnya harus terbuka,” tegasnya. (irgun)