KEJAKSAN, fajarsatu – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon berupaya mewujudkan program strategis Pemkot Cirebon, yakni Cirebon bersih, hijau dan tertib. Upaya tersebut salah satunya ditunjang dengan adanya penambahan sarana maupun petugas di DLH untuk menangani sampah.
Demikian dikatakan Kepala DLH Kota Cirebon, Kadini dalam rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kota Cirebon yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Cirebon, Selasa (10/11/2020).
Dalam rapat tersebut, Komisi II meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon untuk memprioritaskan program percepatan penanganan sampah dan penghijauan di sejumlah titik di Kota Cirebon pada tahun 2021 mendatang.
Anggota Komisi II, Agung Supirno menjelaskan, kedua program tersebut sangat bersentuhan dengan hak masyarakat, yakni lingkungan sehat dan bersih. Selain itu, Komisi II juga menyoroti dampak aktivitas debu batubara di wilayah Pesisir.
Atas pertimbangan itu, DPRD meminta DLH menginisiasi alat pengukur kualitas udara untuk memastikan paparan debu sudah memasuki batas normal atau berbahaya.
Agung menekankan kepada DLH agara bisa menyerap anggaran secara maksimal agar program-program yang sudah dicanangkan bisa terealisasi untuk kepentingan masyarakat.
“Kami berharap di tahun 2021 nanti tidak terjadi lagi penyerapan anggaran rendah seperti tahun ini,” ujar Agung.
Dalam kesempatan itu, Kepala DLH Kota Cirebon, Kadini mengungkapkan, tahun 2021 pihaknya membutuhan sekitar 70 personel sedangkan yang sudah ada saat ini ada 200 personel.
“Kebutuhan personel itu salah satu penunjang karena ada penambahan sarana armada dan sopir juga. Kemudian kita menambah petugas sapu di jalan protokol,” katanya. (irgun)