KEJAKSAN, fajarsatu – Selama moment Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021, hingga Rabu (23/12/2020) kemarin tercatat sebanyak 947 calon pengguna telah melakukan rapid di Stasiun Prujakan dan Kejaksan, Kota Cirebon.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengungkapkan, dari jumlah tersebut, 13 penumpang hasil Rapid Test Antigen dinyatakan positif sedang 934 negatif.
“Dari jumlah 947 calon pengguna kereta api yang telah melakukan Rapid Tes Antigen di Stasiun Prujakan dan Kejaksan, 13 penumpang dinyatakan positif,” ungkap Luqman. Kamis (24/12/2020).
Lanjutnya, calon penumpang yang hasil tes rapid dinyatakan positif, tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan KA dan bea akan dikembalikan utuh sesuai yang tercetak di tiket.
“Adapun syarat calon penumpang KA untuk melakukan rapid Antigen adalah dengan menunjukan tiket KA atau kode booking pada saat pendaftaran rapid antigen, kemudian membayar sebesar Rp 105 ribu,”katanya.
Selama momen Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021, Lukman memaparkan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memberlakukan Test Rapid Antigen sebagai syarat melakukan perjalanan kereta api (KA) untuk periode 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.
Hal ini tertuang pada Surat Edaran (SE) Nomor 23 Tahun 2020 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Perkeretaapian Selama Masa Natal 2020 Dan Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19).
“Merujuk pada peraturan tersebut, PT KAI Daop 3 Cirebon telah menyediakan layanan rapid antigen sejak Senin (21/12/2020) kemarin di Stasiun Cirebon Prujakan serta Stasiun Cirebon Kejaksan,” sebut Lukman.
Selaitu, tambahnya, PT KAI juga mewajibkan kepada seluruh calon penumpang KA untuk menyertakan surat keterangan hasil rapid Antigen sejak Selasa (22/12/2020) yang berlaku selamatiga hari setelah tanggal tes rapid dilakukan.
Dikatakan Luqman, untuk menghindari resiko tertinggal KA, seluruh calon pengguna yang memilih untuk melakukan rapid test antigen di stasiun dihimbau untuk melakukan tes paling lama H-1 sebelum tanggal keberangkatan.
“Calon pengguna dihimbau agar menyiapkan rentang waktu yang cukup jika tetap akan melakukan rapid Antigen pada hari yang sama dengan hari keberangkatan, tidak disarankan juga datang tiga jam sebelum keberangkatan, mengingat antrian rapid test antigen di stasiun cukup padat,” katanya. (irgun)