MAJALENGKA, fajarsatu – Curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Jatitujuh dan Kadipaten menyebabkan banjir di beberapa titik. Hal ini berdampak kepada penyaluran air dari PDAM Majalengka.
Dikatakan Direktur PDAM Majalengka, Elina Lukitasari , sejak memasuki musim penghujan di bulan Desember dan kini memasuki awal tahun 2021, di beberapa titik terjadi banjir seperti di wilayah kecamatan Jatitujuh dan kecamatan Kadipaten.
“Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Jatitujuh menyebabkan terjadinya banjir di beberapa titik yang mengakibatkan terhambatnya aliran air bersih dari PDAM Majalengka, karena terjadinya bak penampungan air yang terkena banjir dengan adanya lumpur dan sampah dengan kondisi air berwarna kecoklatan,” katanya.
Pihaknya harus membersihkan bak tersebut agar air kembali normal dan sangat membutuhkan waktu.
Diakuinya, hal ini terjadi karena faktor alam yang tidak bisa kita hindari seperti banjir ini. Pihaknya berusaha membersihkan lumpur yang mengendap dan membersihkan sampah yang menghalangi agar air kembali normal.
“Saya minta maaf kepada pelanggan warga masyarakat di sekitar Kecamatan Jatitiujuh dan Kadipaten karena pasokan air bersih kepada pelanggan menjadi terhambat karena masalah ini. Ini murni faktor alam dan kita terus bekerja, berusaha melancarkan kembali aliran air agar sampai kepada masyarakat, ” paparnya. (gan)