KESAMBI, fajarsatu – Sukses diraih tidak semudah membalikan tangan. Meraih sukses butuh proses dan waktu. Selain kerja keras, doa dan dukungan keluarga juga yang tak kalah pentingnya jangan pernah putus asa.
Hal itu dikatakan owner Surya Shuttle, H. Zaenal Mutaqin dalam acara podcast Cirebonpos.com bertajuk “Sukses adalah Pilihan Masa Depan” yang berlangsung di Kantor Surya Shuttel, Jalan Evakuasi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Senin (4/1/2021).
Dalam usia 39 tahun, dirinya telah mencapai tangga kesuksesan. Dibalik pencapaian saat ini, ternyata pria yang akrab disapa HZM ini telah meniti usahanya dari mulai dari nol dengan berdarah-darah saat dirinya baru menamatkan Sekolah Teknik Menegah (STM) di Kota Cirebon.
Zaenal mengaku dirinya terlahir dan dibesarkan bukan dari keluarga berada. Ia dibesarkan dari keluarga sederhana dari ayah seorang pegawai swasta dan ibunya seorang ibu rumah tangga, anak keempat dari tujuh bersaudara.
Zaenal bercerita, selepas keluar dari Sekolah Teknik Menegah (STM) Negeri di Kota Cirebon sekitar tahun 2000-an, dirinya tidak melanjutkan ke jenjang berikut tetapi langsung bekerja. Alasannya, kata Zaenal, karena saat itu orangtuanya menyekolahkan di STM supaya nantinya punya skill (ketrampilan) untuk bisa kerja.
“Saya memang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, karena saat itu orangtua saya menyekolahkan di STM supaya nantinya selepas tamat sekolah, saya bisa mandiri bekerja di perusahaan dengan ketrampilan yang saya miliki,” katanya.
Namun, kenyataan di lapangan tidak seperti yang ia bayangkan. Beberapa kali melamar pekerjaan ternyata belum membuahkan hasil. Akhirnya pada 2002, Zaenal muda ikut berjualan roti bakar milik orang lain.
“Saya ikut berjualan roti bakar keliling kurang lebih satu tahun. Setelah itu saya mencoba jadi tukang service sesuai yang dipelajari waktu di STM dengan spesialisasi kulkas, mesin cuci, kipas angin dan AC selama kurang lebih dua tahun,” ujar Zaenal.
Tak puas dengan kerjaan tersebut, ia berpikir bagaimana caranya bisa mempunyai penghasilan yang lebih besar lagi.
“Saat berjualan roti bakar penghasilan sehari antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, tapi kalau tidak jualan saya gak dapat duit. Penghasilan service pun sama, kalau ada order dapat duit tapi kalau tidak ada order, saya nihil,” ucapnya.
Kebetulan orangtuanya membuka Warung Soto Iga Sapi di Jalan Pemuda Kota Cirebon, Zaenal pun ikut bantu-bantu berjualan di warung orangtuanya dari 2005 hingga 2010.
“Karena ingin usaha mandiri, pada 2010 saya pamit kepada orangtua untuk berbisns multi level marketing (MLM). Di sinilah saya banyak belajar ilmu motivasi sehingga banyak mendapatkan ilmu-ilmu kehidupan dan akhirnya saya berpikir harus lebih sukses lagi,” sebutnya.
Kala itu Zaenal selalu bercita-cita dirinya harus mempunyai rumah bertingkat yang di dalamnya ada kolam renangnya. Selain itu, Ia juga bercita-cita ingin memiliki mobil mewah.
“Saat itu mobil mewah itu sekelas mobil Alpard. Saya bercita-cita ingin punya tabungan yang banyak. Cita-cita menjadi penyemangat bekerja untuk merealisasika cita-cita tersebut,” ujar Zaenal.
Pada 2015, dirinya berhenti bisnis MLM dan bekerjasama dengan teman mendirikan bisnis usaha supplier solar industri.
“Bisnis ini pun tidak langsung serta merta berhasil, tetapi butuh kerja keras. Selama setahun bisnis ini kita banyak mengeluarkan modal tetpi hasilnya belum terlihat. Namun bukan kemudian menyerah tetapi terus bekerja tanpa putus asa sampai akhirnya jalan pun kian terbuka,”
Selama setahun berusaha supplier solar industri, akhirnya ada beberapa pelanggan di Wilayah III Cirebon. “Alhamdulillah di bisnis ini saya mulai mendapat rezeki dan dipercaya oleh relasi bisnis, bahkan pelanggan muai bertambah,” ungkap Zaenal.
Usahanya mulai melebarkan sayap. Pada 2019, Zaenal beberapa unit usaha antara lain Surya Shuttel dan Surya Chatering dan melanjutkan usaha orangtuanya, Warung Sop Iga Sapi.
“Surya Shuttel sendiri melayani Cirebon-Bandung dengan poolnya di Jalan Evakuasi. Jumlah armadanya pun terus bertambah,” ujarnya.
Zaenal berharap, apa yang pernah ia lakukan dapat menjadi inspirasi generasi muda yang ingin sukses menjadi pengusaha. “Saran saya, jangan pernah menyerah berusaha sebab tantangan usaha itu lebih keras dari sekedar yang kita bayangkan. Ayo kita tunjukan bahwa kita juga bisa,” tutupnya. (irgun)