MAJALENGKA, fajarsatu – Akibat derasnya arus Sungai Cimanuk membuat jembatan gantung yang menghubungkan Kabupaten Majalengka dan Sumedang, Jawa Barat, terputus, Kamis (25/3/2021) malam. Putusnya jembatan gantung yang diberi nama Hum 54 tersebut, diduga terlalu beratnya menahan beban arus Sungai Cimanuk yang meluap pada saat curah hujan tinggi. Padahal baru saja selesai dibangun sekitar dua pekan yang lalu.
Sebelumnya, jembatan gantung yang menghubungkan antara Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka dengan Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang itu, baru diresmikan oleh Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pada Kamis (11/3/2021) lalu.
Babinsa Desa Babakan Anyar, Sertu Nana Supriatna membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, putusnya jembatan gantung tersebut, terjadi sekitar pukul 21.07 WIB.
Ia menjelaskan, putusnya jembatan yang memiliki panjang 140 meter dan lebar 1,5 meter itu diperkirakan karena arus sungai tersebut terlalu deras. Hal itu membuat pondasi penopang jembatan tidak bisa menahan beban yang terlalu berat.
“Ini kemungkinan intensitas hujan dari wilayah Sumedang atas dan Majalengka atas terlalu deras. Akibatnya peraduan Sungai Cimanuk dan Cilutung meluap dan mengakibatkan jembatan gantung ini terputus,” ujarnya.
Selain akibat arus yang deras, sampah-sampah yang menempel di jaring pegangan tangan jembatan menyangkut juga menjadi pemicu beratnya beban. Saat ini, kata dia, membuat warga yang selama ini memanfaatkan untuk menyeberang harus kembali memutar dengan menempuh jarak sekitar 20 KM.
Nana mengaku sebelum peristiwa putusnya jembatan terjadi, pihaknya sudah ingin mengencangkan seling yang mulai mengendor, namun air deras tidak bisa diprediksi. (gan)