KEJAKSAN, fajarsatu – Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Eti Herawati meresmikan Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Senin (12/4/2021).
Hadir dalam peresmian tersebut Bupati Cirebon, H. Imron, Sekda Kota Cirebon, H. Agus Mulyadi, Kepala DPUPR, Syahroni, Kadishub, Andi Armawan, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Jaja Sulaeman.
Dalam sambutannya, Eti menyampaikan Alun-alun Kejaksan ini dapat digunakan beragam fungsinya, mulai dari tempat edukasi, tempat berinteraksi sosial, berdiskusi hingga refreshing untuk warga Kota Cirebon.
“Dengan begitu, indeks kebahagiaan warga Kota Cirebon akan meningkat. Jika warga yang bahagia, produktivitas dan perekonomian mereka juga meningkat, terlebih saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi,” katanya.
Eti meminta kepada warga untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di Alun-alun Kejaksan dengan penuh tanggung jawab.
Siapa pun, lanjutnya, boleh mengunjungi alun-alun Kejaksan, namun warga diminta tidak merusak fasilitas yang sudah ada.
“Juga jangan lupa, saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi. Tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Eti.
Eti berharap, Alun-alun Kejaksan ini akan menjadi ikon baru Kota Cirebon, sebab baru soft opening saja masyarakat sudah antusias sekali.
“Mereka bahkan sudah melakukan swafoto sejak kemarin dan memenuhi ruang media sosial. Untuk grand opening insya Allah setelah lebaran, langsung oleh Pak Gubernur Jabar,” ungkap Eti.
Sementara, Sekda Kota Cirebon, H. Agus Mulyadi menjelaskan, setelah soft opening ini mereka akan melakukan sejumlah evaluasi terkait keberadaan Alun-alun Kejaksan, termasuk evaluasi mengenai ruang basement.
“Ruang basement mampu menampung sekitar 100 motor dan 74 mobil, namun saat ini untuk sementara belum dioperasikan karena masih harus memasang rambu-rambu dan sejumlah alur,” kata Agus.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Syahroni menjelaskan, penataan Alun-alun Kejaksan mendapatkan bantuan dari Pemprov Jabar yang pengerjaannya dilakukan dalam dua tahap.
Lanjunya, tahap pertama pada 2019 dengan anggaran Rp 30 miliar dan tahap kedua pada 2020 dengan anggaran 15 miliar.
“Namun pada 2020 pandemi Covid-19 terjadi sehingga anggaran sempat mengalami refocusing,” pungkas Syahroni. (irgun)