MAJALENGKA, fajarsatu – Sebanyak 59 pondok pesantren (Ponpes) di Kab. Majalengka telah berhasil lolos seleksi tahap 1 program One Pesantren One Product (OPOP). Program OPOP tersebut digulirkan Pemprov Jawa Barat guna mewujudkan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren.
“Program OPOP ini merupakan bagian dari Program Jabar Juara Lahir Batin. Program ini tidak terlepas dari sebuah upaya dari Pemprov Jabar mengajak kepada pimpinan kepala daerah di masa pandemi ini untuk terus berupaya dalam memberdayakan masyarakat, tak terkecuali juga di lingkungan Ponpes,” ungkap Karna Sobahi, Rabu (8/9/2021).
Lebih lanjut, dikatakannya, program OPOP ini bertujuan memberdayakan para santri juga membentuk kemandirian pesantren agar mampu mandiri secara ekonomi melalui sebuah pendekatan inovatif dan strategis.
Seluruh pesantren yang terpilih melalui seleksi tahap pertama ini nantinya akan diberikan program pembinaan terpadu dan juga ditingkatkan kemampuan daya saing ekonominya serta didampingi untuk proses pengembangan usahanya, kemudian bersinergi dalam jaringan bisnis yang potensial hingga berhasil menjadi sebuah pondok pesantren yang mandiri.
Atas keberhasilan ke-59 Ponpes yang telah lolos dalam seleksi tahap 1 program OPOP tersebut diberikan pembekalan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi oleh Bupati Majalengka.
Adapun reward yang diberikan bupati kepada 59 ponpes bervariasi, sebab disesuaikan dengan level atau kemampuan yang dimiliki tiap Ponpes dengan jenis usahanya yang dimilikinya. Besaran uang pembinaan tersebut yaitu dari Rp 25 juta hingga Rp 35 juta.
Bantuan itu diberikan bupati untuk membantu dalam pengembangan usaha produk yang dimiliki oleh tiap pesantren dan agar dapat berdaya saing dalam meningkatkan ekonomi.
“Kami harap jangan sampai bantuan ini berakhir sia-sia sehingga usahanya tidak berkembang bahkan malah mundur, karena bagaimanapun juga reward yang diberikan dalam program OPOP ini adalah amanah demi menggapai Jabar Juara Lahir Batin. Oleh karena itu, sebagai kepala daerah akan terus memonitor dan mengawasi perkembangan program OPOP ini,” ungkapnya. (hen/gan)