MAJALENGKA, fajarsatu – Bendung Daerah Irigasi Tirtanegara merupakan bangunan utama memiliki bobot yang tinggi dalam mempengaruhi nilai kinerja sistem irigasi yang berpengaruh terhadap sektor ketahanan pangan.
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan air ke semua jaringan irigasi lahan pertanian seluas 649 hektare ini, bendung yang berada di Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka itu kini telah selesai direhabilitasi.
“Program rehabilitasi Bendung Tirtanegara tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar bersumber dari APBD/DAU Kabupaten Majalengka tahun 2021,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka, Agus Tamim melalui Kabid Sumber Daya Air, Nono Suryono, Jumat (1/10/2021).
Nono menyebutkan, pelaksanaan pembangunannya dilakukan oleh pihak ketiga yaitu PT. Winaya Industri Nusantara dan pengerjaannya pun telah selesai sesuai kontrak.
Nono pun menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya abrasi sekaligus penanggulangan terhadap bagian sayap hilir yang erosi diakibatkan terjangan arus deras.
Selain itu juga, lanjut dia, untuk mengatasi bocoran-bocoran yang mengakibatkan menurunnya debit air ke saluran-saluran irigasi dalam memenuhi kebutuhan masa tanam, terlebih di musim kemarau.
Menanggapi hasil pembangunan yang direalisasi pemerintah tersebut, Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai Kelurahan Cijati, Momod Ahmad merasa bersyukur.
Diakuinya, ketika sebelum Bendung Tirtanegara mengalami perbaikan, air mengalir tidak maksimal dikarenakan terdapat banyaknya bagian dinding bangunan yang bocor, sehingga pasokan air tidak memenuhi target.
“Dulu sewaktu belum mengalami perbaikan, kalau di sini misalnya ketinggian air cuma ada 15 cm, itu tidak bakalan bisa sampai ke wilayah Desa Panyingkiran. Tapi sekarang alhamdulillah, setelah direhab, pasokan air ke wilayah Desa Panyingkiran hingga Sinarjati pun kini dapat terpenuhi,” ungkapnya. (hen)