GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) mulai 28 Februari 2022 hingga 13 Maret 2022.
Pemberlakuan PJJ ini karena di Kabupaten Garut kasus terkonfirmasi Covid-19 masih tingginya. Penghentian Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai berlaku sejak diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati No. 443.2/691/DINKES.
SE tersebut merupakan perubahan kedua atas SE Bupati Garut No. 443.2/394/DINKES tanggal 26 Februari 2022 tentang Akselerasi Pelaksanaan Vaksinasi Pada Anak Usia 6 -11 (sebelas) Tahun, dan Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran di Satuan Pendidikan Melalui PTM Dalam Antisipasi Penyebaran Covid-19 Varian Omicron di Wilayah Kabupaten Garut.
Dalam SE yang ditandatangani Bupati Garut, Rudy Gunawan pada Sabtu (26/2/2022) kemarin berbunyi kegiatan PTM di satuan pendidikan di Garut dihentikan kembali.
Untuk aktivitas pembelajaran diubah pelaksanaannya dengan melakukan pembelajaran di rumah atau tempat tinggal masing-masing melalui metode PJJ atau dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).
Sementara untuk kegiatan dan aktivitas pelayanan administrasi di satuan pendidikan atau instansi pendidikan lainnya dikerjakan di rumah dengan bentuk pelayanan yang disesuaikan.
SE ini diterbitkan berdasarkan hasil kajian pandemi Covid-19 periode Januari hingga 24 Februari 2022, karena belum terjadinya penurunan jumlah kasus baru. Selain itu, kasus Covid-19 pada anak usia kurang dari 20 tahun masih tinggi yaitu mencapai angka 26.2 persen dari total konfirmasi hingga 24 Februari 2022 sebanyak 2.733 kasus.
Hal lain yang menjadi pertimbangan, yaitu angka positivity rate mengalami peningkatan menjadi 19,5 persen atau melampaui batas toleransi WHO maksimal 5 persen, yang membuktikan telah terjadi proses penularan (transmisi) virus Covid-19 yang tidak terkendali.
Kondisi penularan pun masih terus berlangsung di tingkat komunitas (masyarakat), terbukti hasil analisa angka Rt yang diperoleh pada 24 Februari 2022 sebesar 1,33 point, dan berdasarkan kajian kurva epidemiologi, hal tersebut menunjukkan bahwa pandemi belum terkendali mengingat angka Rt masih di atas satu point.
Kemudian peningkatan secara signifikan angka Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit rujukan pasien konfirmasi Covid-19, yaitu rata-rata penambahan setiap hari 0,5 persen dan berpotensi akan mengalami peningkatan terus untuk beberapa hari kedepan.
Selain itu, tingkat perlindungan masyarakat dari ancaman Covid-19 masih rendah, dilihat dari capaian vaksinasi dosis ke-2 (kedua) untuk semua kelompok umur, terutama anak usia 6-11 tahun baru mencapai 36,4 persen. (jam)