CIREBON – Akibat minyak goreng mahal, omset pedagang fried chicken (ayam goreng tepung) turun drastis yang berakibat menurunnya laba penjualan. Hal ini dirasakan oleh salah seorang pedagang fried chicken di wilayah Ciwaringin, Yoga.
Kepada fajarsatu.com, yoga mengatakan, saat ini meski dirinya tidak melakukan pengurangan pada barang dagangannya, namun omset terus berkurang.
Dikatakannya, sebelum minyak goreng mahal keuntungan cukup bagus, sehingga penjualan fried chicken semakin banyak, tapi setelah minyak goreng naik keuntungannya sangat sedikit sekali.
“Kalau kita merubah barang dagangan semisal dalam 1 kg ayam kita bisa membuat 12 potong fried chicken, kalau sekarang kita ubah yang 1 kg menjadi 15 potong fried chicken secara otomatis konsumen akan berpikir enggan untuk membeli, sehingga saya tidak melakukan itu, biar seperti biasa yang penting pelanggan tidak kecewa,” paparnya.
Meski keuntungan sekarang kecil, lanjut dia, tapi pelanggan tetap senang, tidak membuat kecewa para konsumen.
“Saat ini dengan harga minyak goreng yang mahal, apalagi ayam juga naik, membuat omset keuntungan turun 30-40 persen,” pungkasnya. (dan)