CIREBON – Danrem 063/SGJ, Kolonel Danny Rakca mengahadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Minyak Goreng Wilayah Kota Cirebon bertempat di gedung balai kota lantai 3, Jumat (27/05/2022).
Danrem 063/SGJ Kolonel Danny Rakca menyampaikan, pihaknya bersama dengan teman-teman TNI dan Polri yang hadir dalam rangka menindaklanjuti arahan dari pimpinan kami Kementerian Maritim dan investasi.
Melihat adanya fenomena dibeberapa Provinsi Jawa dan Bali khususnya di wilayah Jawa Barat ini, fenomena-fenomena tentang harga eceran terendah dan tertinggi ini berbeda-beda dan kecenderungan meningkat dibandingkan provinsi lain.
“Hal ini tentunya bertolak belakang dengan program pemerintah yang telah diberikan pada waktu yang lalu tentang minyak goreng yang beredar di masyarakat dari beberapa kondisi ini berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” jelas Kolonel Danny Rakca
Apabila, tambah Danny kita tidak melakukan aksi untuk penormalan atau penyelarasan sesuai dengan kebijakan pemerintah maka tentunya akan menghambat juga program pembangunan di wilayah termasuk juga tingkat kesejahteraan yang harus dicapai dengan program pembangunan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Danrem 063/SGJ mengungkapkan, Berdasarkan hasil pengawasan kami hari ini untuk di tingkat distributor memang harga sudah Rp1.000 kurang dari harga eceran tertinggi jadi distributor ini sudah rata-rata di Kota Cirebon ini Rp. 14.300 sampai Rp. 14.500, namun ditingkat pengecer masih ada yang mematok harga Rp 16.000 sampai Rp 17.000 ataupun sampai Rp 20.000 per kilonya.
“Dengan jalur distribusi yang terlalu panjang termasuk biaya-biaya yang dikeluarkan baik itu biaya penyusutan, bungkus/packing, kemudian bongkar muat, transportasi termasuk transportasi lokal dan lain-lain mungkin ini yang menjadi pertimbangan,” ujar Danrem 063/SGJ.
Danrem 063/SGJl, menyampaikammya, bahwa kita juga perlu mendengar langsung dari distributor sekiranya ada disini tentang bagaimana kondisi stok minyak goreng curah yang ada di Kota Cirebon saat ini.
“Karena, banyak juga yang menjual dengan menggunakan harga kemarin sehingga mereka belum mampu menurunkan harga. Jika harga subsidi dicabut maka harga minyak curah dipasaran kemungkinan akan bisa naik lebih dari saat ini,” pungkasnya.
Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Minyak Goreng Wilayah Kota Cirebon dihadiri Forkopimda. (yus)