MAJALENGKA – Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PJU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kabupaten Cirebon. H. Yuto Nasilkin melepas jamaah umroh Al-Bahjah yang berlangsung di Islamic Center Masjid At-Taqwa, Kota Cirebon, Minggu (20/11/2022).
Pelepasan 45 jamaah umroh reguler tersebut akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Pemberangkatan umrah ke Arab Saudi melalui BIJB kertajati ini merupakan pemberangkatan umrah perdana yang rencananya akan dilepas oleh Menteri Perhubungan RI dan Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Nasikin berpesan kepada para jamaah sejak pemberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kembali pulang ke tanah air untuk mengikuti arahan pembimbing.
“Kita di sana itu sebagai tamu Allah, di sana itu istilahnya tanah haram atau tanah yang dimuliakan oleh Allah SWT,” kata Nasikin.
Lanjutnya, walaupun sering berangkat umrah atau pernah berhaji tapi di tanah suci tetap jamaah harus menundukkan hati dan tidak bersombong diri.
‘Kita niatkan yang baik dan selalu menjaga hati baik perkataan apalagi perbuatan, bahkan perkataan dalam hati pun akan menjadi kenyataan,” ujarnya.
Nasikin menambahkan, sekarang ini jamaah umroh lebih dimudahkan dibanding dengan tahun-tahun, yang terpenting harus ada pendampingnya.
Selain itu, masa berlaku bisa pun lebih panjang hingga 90 hari atau tiga bulan. “Sebelumnya visa umrah hanya berlaku 30 hari,” kata Nasikin.
Pemberlakuan visa hingga 90 hari itu hanya berlaku di satu, misalnya Mekah atau Madinah, akan tetapi di seluruh tempat di Arab Saudi bebas dikunjungi, asalkan disiapkan bekalnya yang banyak.
Kemudian, imbuhnya, para jamaah juga tidak harus divaksin manginitis, tetapi divaksin itu lebih baik walaupun pihak Arab Saudi tidak menganjurkannya.
“Kita tahu cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia sehingga dikhawatirkan ketahanan tubuh lebih rentan. Jadi vaksin itu lebih mengantisipasi kondisi tersebut,” terangnya.
Terkait panjangnya masa berlaku visa, kata Nasikin, tujuannya agar yang masuk negara Arab Saudi itu lebih banyak, bahkan sekarang ini tidak dibatasi untuk umrah karena semakin banyak yang berumrah akan banyak pula pemasukan devisa untuk negara Arab Saudi.
“Hal berbeda dengan ibadah haji yang hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum menentukan jumlah kuota haji Indonesia. Sehingga daftar tunggu (waiting list) haji tambah panjang hingga 35 tahun,” ungkap Nasilkin.
Ia mengingatkan kembali jika akan berumrah harus mengetahui 5 pasti, yakni Pastikan Travel Berizin Umrah dari Kemennterian Agama RI, Pastikan Jadwal Keberangkatan dan Penerbangannya, Pastikan Harga dan Paket Layanannya.
“Kemudian Pastikan Hotelnya dan Pastikan Visanya,” kata Nasikin.
Terpisah, Manager Al-Bahjah Tour & Travel, Ustad Maulana Firmansyah mengatakan, pada umrah reguler kali ini pihaknya memberangkatkan 45 jamaah melalui BIJB Kertajati.
Menurutnya, pemberangkatan di BIJB Kertajati ini merupakan kehormatan bagi Al-Bahjah Tour & Travel karena ini penerbangan perdana pemberangkatan umrah dari BIJB Kertajati yang rencananya akan dilepas oleh Menteri Perhitungan dan Dubes Arab Saudi untuk Republik Indonesia.
“Alhamdulillah pemberangkatan jamaah umrah Al-Bahjah dari BIJB Kertajati merupakan penerbangan perdana. Mudah-mudahan lancar dan tidak ada hambatannya,” kata Firman. (irgun)