CIREBON – Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menggelar 7th Indonesia-Austria Intetfaith Dialogue Webinar bertajuk “Music as an Intrerfaith Bridge Builder” di Hotel Aston Kota Cirebon, Selasa (29/11/2022).
Dalam kegiatan Dialog Lintas Agama (DLA) antara Indonesia dan Austria tersebut menampilkan narasumber offline pakar seni dan budaya, antara lain Pendiri Kelompok Musik Religius Ki Ageng Ganjur, Ngatawi al-Zastrouw, Direktur Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Nyak Ina Raseuki dan Pendiri Orkestra Nasional Indonesia, Franki Raden.
Sementara, secara online melalui webinar tampil narasumber dari Austria, antara lain Pfarrer Martin Rupprecht dari Parrish St. Bukan Vienna, Martin Rotting (Salzburg University) dan Peter Ebenbauer (Grasz University).
Bertindak sebagai mederator dalam acara tersebut, Lukman Hakim yang merupakan Kepala Sekolah CIS Full Day Kota Cirebon
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemelu) RI, Yusron B. Ambary menjelaskan, DLA ini menjadi salah satu fitur diplomasi Indonesia yaitu upaya Indonesia untuk mengenalkan keberagaman moderasi beragama yang dimiliki rakyat Indonesia kepada dunia luar.
“Kita berharap apa yang sudah menjadi kelebihan kita sebagai negara yang memang memiliki banyak suku bangsa dan memiliki enam agama resmi bisa dipahami bangsa luar,” kata Yusron.
Kedua, lanjutnya, bangsa di luar Indonesia bisa atau paling tidak mereka dapat mempelajari apa yang sudah ada di Indonesia.
Yusron mengatakan, Indonesia memiliki perhatian dan kepentingan memelihara kebinekaan serta keharmonisan pemeluk agama. Kendati demikian, hal tersebut juga dapat dilakukan Indonesia untuk dunia internasional.
“Salah satu cara yang tengah ditempuh Kemenlu untuk mewujudkannya adalah melalui Dialog Lintas Agama,” ungkapnya.
Yusron menambahkan, sejak pertama kali menjadi fitur tetap diplomasi publik Indonesia pada 2004, DLA diharapkan mampu memberikan citra positif Indonesia di mata internasional.
“Harapan adanya tindak lanjut berupa upaya untuk mengadopsi nilai-nilai yang ada di Indonesia berupa nilai toleransi, kemajemukan, ke dalam masyarakat di negara lain,” ucap Yusron.
Ia melanjutkan, hadirnya DLA yang telah berusia 16 tahun tersebut merupakan upaya Kemenlu untuk menyediakan ruang kepada kelompok moderat di Indonesia dan negara mitra. Indonesia dan negara lain bisa saling berdialog dan menumbuhkan rasa saling pengertian antar negara melalui DLA.
Namun, kata dia, di sisi lain dialog ini akan dikatakan berhasil ketika publik internasional memahami nilai moderasi, toleransi dan kemajemukan yang ada di Indonesia.
“Maka dari itu untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sikap toleransi dan budaya dialog antar umat beragama sehingga dapat tercipta saling pemahaman dan saling pengertian,” ujarnya.
Masih kata Yusron, DLA kali ini di Ciebon memilih Tema “Music as an Intrerfaith Bridge Builder” atau Musik sebagai Pembangun Jembatan Lintas Agama karena musik sendiri memiliki harmonisasi dalam kehidupan masyarakat.
Indonesia, imbuhnya, merupakan negara yang dianugerahi keberagaman suku, budaya, bahasa dan agama yang masing-masing memiliki tradisi berbeda yang menjadi kekayaan berharga bagi peradaban dunia.
“Dari tradisi-tradisi karunia Tuhan yang ada dan berkembang di tengah perbedaan ini, musik menjadi piranti yang mampu menyatukan segalanya. Sekat perbedaan karena identitas suku dan agama hilang oleh lantunan harmoni musik,” terangnya.
Sehingga, tambahnya, dalam setiap agama memiliki ciri khas musik yang mampu dihayati oleh para pemeluknya yang bisasa disebut musik religi. Dalam perkembangannya musik religi menjadi satu kesatuan yang tak lepas dari tradisi beragama di Indonesia.
Terkait kegiatan diselenggarakan di Cirebon, Yusron mengatakan, karena Cirebon merupakan salah satu wilayah di pulau Jawa yang menjadi pusat penyebaran agama Islam oleh satu dari sembilan wali, yakni Sunan Gunung Jati.
Selain itu, tambahnya, di Cirebon juga memiliki seni budaya yang luar biasa dan salah satu kota dengan toeleransi beragama sangat tinggi.
“Itulah alasan kami memilih Cirebon dalam kegiata Dialog Lintas Agama kali ini,” pungkas Yusron. (irgun)