CIREBON – Warga RW 02 Pamujudan, Kelurahan Pekalipan mengeluhkan air PAM sudah lama tidak ngocor. Keluhan tersebut terungkap saat anggota DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik, melakukan Reses iII Masa Persidangan 2022, Minggu (20/11/2022).
Warga khususnya di RT 01/02 RW 02 Pukudam tersebut merasa dirugikan akibat air PAM selama ini tidak ngocor ke rumah warga. Keluhan warga ini dibenarkan oleh Ketua RW 02, Sumarsono yang ikut hadir dalam acara reses.
Fitrah juga memberikan jawaban akan keluhan warga RW 02 antara lain air PAM, irigasi dan BPJS baik Mandiri maupun PBI.
“Yang menjadi aspirasi masyarakat baik di tingkat komisi maupun di tingkat badan anggaran masyarakat bantuan modal juga sementara kita regulasinya belum memungkinkan untuk melakukan bantuan modal,” kata Fitrah.
Melalui reses ini, dirinya jadi tahu ada kendala air PFAM terus saluran irigrasi, BPJS Mandiri ataupun BPJS PBI.
“Mengenai BPJS PBI bukan gratis, tapi dibayarkan oleh pemerintah melalui dana APBD dan APBN tidak ada pengguna BPJS dianaktirikan,” ujarnya.
Hanya saja mungkin ditngkatan pelayanan di rumah sakit yang perlu dicermati dulu, jangan ada istilah BPJS Mandiri didahulukan sementara pengguna BPJS PBI di anak tirikan.
“Pihaknya akan memastikan kembali ke pihak RS, karena ada informasi banyak pasien biasanya saat sudah sampai di rumah sakit yang didahulukan yang BPJS Mandiri,” tukasnya.
Menurutnya, sebenarnya belum tentu karena yang namanya BPJS Mandiri atau PBI itu bukan gratis tetap dibiayai sama-sama bayar, hanya bedanya PBI dibayarkan oleh pemerintah, jadi tidak ada istilah dianaktirikan.
“Mungkin itu soal pelayanan di rumah sakitnya ada penekanan enggak rumah sakit kami juga kan kemarin sudah melakukan rapat namanya kerja ke Dinas Kesehatan, rumah sakit agar pelayanan terhadap pasien baik BPJS ataupun yang lainnya,” kata Fitrah
Yang jelas, lanjutn6, semua aspirasi dan masukan dari masyarakat dalam reses ini jadi masukan berarti, terutama di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Kejaksan dan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.(yus)