MAJALENGKA – Sebanyak 15 desa di Kabupaten Majalengka mendapatkan bantuan program padat karya tahun 2022 yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Usaha Kecil Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka dengan anggaran per desa sebesar Rp. 200 juta dengan membangun jalan sepanjang 1 kilometer.
Dikatakan Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan UKM Majalengka Rd Umar Ma’ruf melalui Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja (P3K) Dinas K2UKM, Hery Heryawan bahwa ada 15 desa di wilayah Kabupaten Majalengka yang tahun 2022 ini mendapatkan program padat karya dari anggaran APBD 2 Majalengka diantaranya Desa Karyamukti Kecamatan Panyingkiran, Desa Panyingkiran Kecamatan Panyingkiran, Desa Banyusari Kecamatan Malausma, Desa Cinambo Kecamatan Bantarujeg, Desa Putridalem Kecamatan Jatitujuh, Desa Balagedog Kecamatan Sindangwangi, Desa Leuweunghapit Kecamatan Ligung, Desa Cimanggu Girang Kecamatan Cingambul, Desa Hegarmanah Kecamatan Banjaran.
“Program padat karya ini merupakan program dari Bupati dan Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi – Tarsono D. Mardiana menuju terwujudnya Majalengka Raharja, dengan tujuan untuk membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya serta menumbuh kembangkan gotong royong dan kekompakan warga, “papar Hery, Minggu (11/12/22).
Kegiatan program padat karya ini ditandai dengan Roadshow Sosialisasi “Rembug Masyarakat kegiatan perluasan kesempatan kerja melalui padat karya infrastruktur dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tahun 2022 jajaran Dinas K2UKM bersama Bupati, Wakil Bupati Majalengka serta didampingi Sekda Majalengka.
Dikatakan Bupati Majalengka Karna Sobahi bahwa program padat karya ini membuka kesempatan kerja untuk masyarakat desa setempat dengan membangun infrastruktur jalan atau lainnya yang dibutuhkan warga dess setempat. Jalan yang dibangun harus memberikan efek bagi perekonomian warga, misalnya pembangunan jalan menuju sawah, atau kebun, jalan penghubung antar blok.arau jalan lainnya yang benar benar memiliki manfaat besar untuk mengungkit perekonomian masyarakat.
“Masyarakat yang terlibat dalam pembangunan tersebut harus bergantian agar adanya pemerataan. Melalui program padat karya ini maka masyarakat yang terlibat akan memperoleh penghasilan, ” ujar Karna. (gan