MAJALENGKA – Menjelang akhir tahun 2022 ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka), Jawa melakukan kick off untuk membuat rencana kerja tahun 2023.
Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana mengatakan, hal itu dilakukan berdasarkan aturan bahwa setiap kepala daerah yang akan berakhir masa jabatannya ataupun di bulan akhir tahun sudah harus mulai membuat rencana kerja ke depan.
“Kita juga menyampaikan kepada seluruh perangkat daerah agar segera melakukan pula penyelarasan dengan rencana kerja pemerintah daerah. Program maupun kegiatan yang dibuat harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Tarsono, Selasa (6/12/2022).
Ia mengatakan, bahwa hal itu ditujukan agar program kegiatan pemerintah daerah tersebut betul-betul menjawab kebutuhan dan menyelesaikan persoalan masyarakat di lapangan.
Wabub memaparkan, dampak dari pageblug yang melanda belakangan ini mengakibatkan beberapa program pemerintah daerah harus tertunda, lantaran adanya pemberlakuan kebijakan refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19.
“Selama Covid-19 pemerintah pusat selalu merefocusing setiap anggaran sehingga banyak terjadi perubahan-perubahan arah dan kebijakan,” ujarnya.
Sehingga, jelas dia, dengan adanya perubahan-perubahan kebijakan tersebut maka pemerintah daerah harus menggenjot semua program yang tertunda agar dapat terealisasi di masa akhir jabatan kepala daerah.
“Misalnya beberapa program perbaikan jalan-jalan poros desa dan irigasi yang sampai hari ini bisa kita prioritaskan. Kemudian hal lainnya ialah terkait dengan program penanggulangan kemiskinan,” ungkapnya.
Ia memaparkan, bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu program yang diprioritaskan untuk masyarakat, terlebih bagi warga yang terdampak akibat pandemi Covid-19 yang tergolong dalam status kemiskinan ekstrim.
“Itupun harus segera kita tuntaskan sesuai dengan arahan Pak Presiden melalui instruksinya bahwa di tahun 2024, kemiskinan ekstrim ini harus nol persen. Oleh karena itu, kita jawab sekarang ini dengan program dan kegiatan untuk masalah itu,” ujarnya.
Selain itu juga, kata dia, program yang masih tertunda yakni terkait bagaimana pemerintah daerah menyiapkan tempat-tempat pelatihan atau balai pelatihan kerja guna mencetak putra daerah yang tangguh, memiliki kemampuan dan mumpuni sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Sehingga, dengan banyaknya investasi di Kabupaten Majalengka harus bisa diisi oleh anak-anak kita yang mempunyai skill sesuai kebutuhan lapangan,” tegasnya. (hen)