CIREBON, fajarsatu.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas l Cirebon memberikan pembinaan keterampilan kepada warga binaan untuk bisa memanfaatkan waktu dalammenjalankan masa hukuman dengan kegiatan positif dan bermanfaat, disamping kegiatan rutin yakni keagamaan dan olah raga dan kegiatan lainnya saat berada di lingkungan Lapas.
Warga binaan sendiri sudah diberikan pelatihan keterampilan sesuai bakat yang mereka punya, bahkan melatih mereka dengan berbagai macam keterampilan yang tentunya bisa dikembangkan.
Ada berbagai hasil keterampilan yang sudah bisa disuguhkan oleh warga binaan Lapas itu sendiri antara lain, konveksi, sablon, olahan minuman teh dan kerajinan dari rotan.
Salah satunya DM warga binaan yang sudah menghasilkan kreatifitas keterampilannya di bidang konveksi baju.
“Saya sangat terbantu dengan adanya pembinaan di Lapas Cirebon ini, karena sebelum masuk kesini, saya tidak punya keterampilan apa-apa,” ujar DM warga binaan Lapas Kelas l Cirebon tersebut, Rabu (3/5/2023).
Lanjutnya, DM dalam pengakuannya sekarang sudah bisa melakukan keterampilan konveksi baju. Semua ini atas binaan di Lapas dan saya sekarang jadi bisa memiliki keterampilan khusus yaitu di bidang konveksi baju.
Sementara warga binaan lainnya di Lapas Cirebon ini memiliki kreasi dalam mengolah minuman berkhasiat yang dinamakan Teh Kombucha, Teh tersebut merupakan kreasi dari warga binaan.
Produk Teh Kombucha tersebut dinamakan Chabi yaitu, Kombucha Kesambi, yang dikemas di botol dengan ukuran 250 ml.
Khasiat dan manfaat dari Teh Kombucha ini di antaranya sebagai sumber anti oksidan setara dengan teh hijau, mengandung asam asetat yang mampu membunuh mikroorganisme berpotensi membahayakan, mengatur kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah dengan mencerna karbohidrat secara perlahan, meningkatkan fungsi hati dan ginjal.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas l Cirebon, Kadiyono sangat mengapresiasi kegiatan dan keterampilan warga binaanya. Pasalnya, mereka disini bisa memanfaatkan waktu dalam menjalankan masa hukumannya dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Dan ini bisa dijadikan bekal saat mereka bebas dan bisa diterima di masyarakat.
“Kegiatan pembinaan ini harus terus didukung dan tentunya dengan pengawasan selalu dari pegawai khususnya regu pengamanan agar terus tercipta kondisi yang aman dan tertib,” terang Kadiyono.
Diharapkan dengan adanya program pembinaan yang rutin dilaksanakan di Lapas Cirebon, dapat terus terlaksana agar warga binaan dapat terus berkreasi dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif untuk pengembangan diri. (yus)