KESAMBI, fajarsatu – Meski pemilihan kepala daeran (pilkada) akan digelar pada 2024 mendatang, namun riak kecil dinamika politik mulai nampak. Salah satu berita online di Kota Cirebon merilis, PDI Perjuangan (PDIP) Kota Cirebon digadang-gadang akan menggandeng Ketua PCNU Kota Cirebon dalam pilkada mendatang.
Mesranya hubungan PDIP dan PCNU saat ini menjadi alasan kuat. Bahkan, dalam acara halal bihalal yang berlangsung di sekeretariat PCNU Kota Cirebo pada Kamis (27/5/2021), Ketua DPC PDIP Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati pun hadir di tengah warga nahdiyin.
Saat dikonfirmasi awak media, Ketua PCNU Kota Cirebon, Kyai Yusuf mengatakan, acara halal bihalal ini murni acara warga nahdiyin tanpa ada muatan apapun.
“Namanya NU ada dimana-mana. Di PDIP ada orang NU, Golkar juga ada orang NU dan di seluruh partai politik di Kota Cirebon ada orang NU. Ya mereka kader-kader NU pasti akan kita doakan,” kata Kiyai Yusuf usai pelaksanaan acara halal bihalal.
Adanya kabar Ketua PCNU Kota Cirebon akan digandeng untuk menjadi wakil wali kota oleh PDIP dalan kontestasi politik Pilkada 2024 mendatang, Yusuf mengatakan, kemungkinan awak media salah mengartikannya.
“Saya tetap fokus mengurus NU. Saya tidak akan mencalonkan karena dalam Islam meminta jabatan itu hukumnya haram. Kalau ada orang mengatakan itu, sah-sah saja,” tandasnya.
Saat ditanya jika kedepan ada papol yang meminta dirinya untuk dicalonkan jadi wakil wali kota, Yusuf menegaskan, dirinya akan sowan ke para kyai karena harus izin terlebih dahulu dengan para kyai.“Kalau tidak izin ke para kyai, namanya kualat,” katanya.
Sementara, Ketua PDI Perjuangan (PDIP) Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati mengatakan, kehadirannya di acara halal bihalal ini atas undangan dari PCNU dan ia bersyukur dalam acara ini banyak ketemu dengan dari Fatayat dan Muslimat.
Terkait adanya selentingan PDP Kota Cirebon akan menggandeng Ketua PCNU, Fitria mengatakatan, itu baru statement dari wakil ketua pemenangan pemilu DPD PDI Perjuangan Kota Cirebon.
“Yang jelas kalau hubungan kita dengan NU, sangat mesra dan sangat baik. Tetapi kemungkinan menggadeng Ketua PCNU di Palkada mendatang, bisa saja. “Segala kemungkinan tetap ada dan tidak menutup kemungkinan,” kata Fitria.
Lanjutnya, pihaknya akan menjaga silaturahmi dan komunikasi dengan partai politik manapun tetap melakukan menjalin hubungan dan pejajakan.
“Kalau NU bukan partai tetapi warga NU ada dimana-mana, termasuk di partai politik. Selain itu, hubungan NU dengan PDI Perjuangan mulai tingkat pusan maupun daerah juga sangat baik dan mesra yang dibuktikan dengan DPP PDI Perjuangan merayakan Harlah NU,” ungka Fitria. (irgun)