CIREBON – Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Gerindra, H. Hendi Nurhudaya menggelar Masa Persidangan (MP) II Tahun 2022 yang berlangsung di Jalan Mekedas No. 33 RW 09 Jabang Bayi, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat (19/8/2022).
Reses tatap muka tersebut disambut antusias warga yang dihadiri lebih dari 200 warga. Dalam kesempatan tesebut, warga dengan semangat menyampaikan aspirasi terkait perbaikan insfrastruktrur jalan, BPJS Kesehatan, kesejehteraan marbot masjid dan guru ngaji.
Dalam sambutannya, Ketua RW 09 Jabang Bayi menyambut baik reses tatap muka setelah hampir dua tahun sejak pendemi Covid-19 merebak.
Ia berharap selama reses ini masyarakat sama-sama mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh H. Hendi Nurhadaya selaku wakil rakyat dari Dapil 3 (Kesambi-Pekalipan).
“Nanti dalam acara tanya jawab, masyarakat supaya dapat menyampaikan saran pendapat atau aspirasi. Tapi tolong dalam penyamapaian aspirasi jangan yang yang bersifat untuk kepentingan pribadi tetapi aspirasi untuk kepentingan pembangunan lingkungan kita sendiri,” katanya.
Seorang warga setemput, Iful menyampaikan aspirasi adanya honor ustad dan marbot secara kontinuitas di masjid-masjid di lingkungan RW 09.
Sementara warga lainnya menyampaikan kesulitan dalam mendapatkan kartu BPJS Kesehatan PBI karena selama empat bulan pengajuan secara kolektif masih belum juga mendapatkab kartu BPJS PBI.
Masalah lapangam kerja juga masih banyak dilontarkan warga RW 09 Jabang Bayi. Warga meminta kepada H. Hendi Nurhudaya untuk memperjuangan warga yang masih menganggur untuk mendapatkan pelatihan kerja dari Disnaker Kota Cirebon.
Mendengar aspirasi dan keluhan warga RW 09 Jabang Bayi ini, Bendahara DPC Partia Gerindra ini mengatakan, sebagai wakil rakyat dari Dapil 3 Kesambi-Pekalipan sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjembatani pengajuan kepada instansi Pemerintah Kota Cirebon melalui walikota.
“Program-program lembaga pemasyarakat di RW 09 datanya itu ada di Pak RW. Semuanya sudah kita catat sebagi bentuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD untuk disampaikan kepada walikota,” kata Hendi.
Ia menjelaskan, berbeda dengan tahun 2009-2014 pada saat dirinya menjadi anggota DPRD, pada periode 2019-2024 pengisian usulan dan aspirasi masyarakai harus diinput melalui Sistem Informasi Pembanguna Daerha (SIPD).
“Untuk menginput aspirasi masyarakat, setiap anggota DPRD mempunyai password masing-masing. Misalnya usulan reses hari ini dicatat dan diinput ke SIPD untuk dianggarkan pada rencana pembangunan tahun 2023,” jelas Hendi.
Reses yang dimulai pada pukul 15.30 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB ini berlangsung lancar dengan penuh keakraban. Bahkan, usai reses pun sejumlah warga masih juga melakukan diskusi kecil untuk membicarakan yang belum tersampaikan dalam reses. (irgun)