CIREBON, fajarsatu.- Al-Bahjah Tour & Travel menggelar manasik umrah yang belangsung di Aula MMC, Jalan Evakuasi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Minggu (9/2/2020). Kegiatan ini dihadiri sediktitnya 270 calaon jamaah umrah dari beragai daerah se-Ciayumajakuning.
Menurut Direktur PT Al-Bahjah Makmur Sentosa, Ustadz Muhammad Rifki Fauzi, Lc, acara manasik ini untuk pemberangkatan umrah pada 6 Maret 2020 mendatang.
“Alhamdulillah, untuk pemberangkatan tanggal 6 Maret 2020 ini, kami memberangkatan sekitar 330 calon jamaah umrah,” kata Rifki.
Dijelaskannya, Program Milad Bersama Buya Yahya yang dikawal langsung Buya Yahya ini hanya dilaksanakan satu tahun sekali bersama Al-Bahjah Tour & Travel.
“Insha Allah, calon jamaah ini akan kita berangkatkan pada tanggal 5 Maret dan akan kita inapkan di hotel berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Seotta) satu malam agar calon jamaah tidak kecapean. Besoknya langsung diberangkatkan,” ungkapnya.
Lanjjut Rifki, pihaknya akan berangkatkan calon jamaah dengan menggunakan pesawat Saudi Airline SV dan Etihad Airways. Untuk pesawat Saudi Airline SV take off pukul 11.00 WIB direct ke Jeddah, sedangkan Etihad Airways terbang pukul 17.00 WIB transit di Abu Dhabi selama dua, langsung terbang lagi menuju Jeddah.
“Walaupun pemberangkatan berbeda tapi para jamaah akan berkumpul di Jeddah. Programnya sama mulai program tausiah, program munajat bersama Buya Yahya ataupun program konsultasi dengan buya. Semuanya sama,” kata Rifki.
Diterangkan Rifki, kegiatan manasik ini akan dilangsung sebanyak tiga kali, yakni pada Minggu ini dan pekan depan dua kali yang diisi dengan pembekalan dari para ustad Ponpes Al-Bahjah berupa siraman rohani dan motivas-motivasi, agar perjalanan umrah nanti lebih maksimal dalam beribadah.
Menurutnya, tujuan manasik ini sangat penting untuk mengedukasi tentang pemberangkatan, dalam pesawat, hotel dan perjalanan ibadah selama umrah. “Persiapan matang ini agar berbuah maksimal dalam beribadah,” ucapnya.
Selama di Tanah Suci, kata Rifki, Buya Yahya akan sesering memberikan tausiah tergantung kondisi tetapi pihaknya akan lebih memaksimalkan ibadah karena selama di Tanah Suci waktunya untuk ibadah.
Ditegaskannya, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin melayani tamu Allah. “Harapan kita bagaimana terlaksana dengan baik, ibadahnya maksimal dan pulang dengan membawa umrah yang mabruroh dan nyaman,” pungkasnya. (FS-2)