SUMBER, fajarsatu.- Sebanyak 800 warga Desa Cirebon Girang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) e-warong. Namun dari bantuan yang diterima tidak sesuai dengan apa yang sudah semestinya didapatkan oleh masyarakat.
Seperti apa yang diungkapkan salah satu warga penerima bantuan, Salehhudin (41) warga Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Dikatakannya, setiap bulan dirinya selalu menerima beras, telur, labu siam, buah pir dan kacang ijo.
“Setiap bulan saya selalu menerima bantuan yang isinya ada beras, telur, labu siam, buah pir dan kacang ijo,” kata dia saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/3/2020).
Namun dari bantuannya yang diterimanya tidak sesuai dengan seperti yang sudah menjadi haknya. Lanjut dia, telur yang seharusnya mendapatkan setengah kilo dengan jumlah sebanyak delapan butir, akan tetapi dari jumlah tersebut dirinya bersama masyarakat lainnya hanya mendapatkan telur sebanyak tujuh butir dan itu pun terdapat telur dengan kondisi busuk.
“Jatah telur itu delapan butir telur terhitung setengah kilo, tapi kita cuma dapet tujuh butir dan itu juga ada telur busuk sekitar 2 hingga3 butir,” ungkapnya.
Ditambahnya, dari bantuan beras yang seharusnya mendapatkan 10 kg namun masyarakat hanya mendapatkan sebanyak 9 kg.
“Harusnya kan 10 kilo, tapi kami cuma dapet 9 kilo dari setiap pengambilan,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat pun mendapatkan labu siam lima sebanyak 1 kg, buah pir dua buah dan kacang ijo 4 ons sebagai pengganti protein.
“Sebagai pengganti protein kita cuma dapet labu siam, buah pir dan kacang ijo,” bebernya.
Ia berharap, agar setiap bantuan yang disalurkan dapat sesuai dengan apa yang sudah menjadi semestinya.
Salehhudin pun mempertanyakan mengapa setiap bulannya selalu mendapatkan pengurangan, ditambah kondisi bantuan yang diterima dalam kondisi buruk.
“Maunya sih kalau bantuan bisa diterima sepenuhnya, terus kondisi bantuan juga harus bagus gak busuk kayak telur ini,” pungkasnya. (FS-7)