SUMBER, fajarsatu – Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menambah kembali anggaran yang diperuntukan bagi bantuan masyarakat berupa beras. Semula anggaran yang sudah dipersiapkan sebesar Rp 25 miliar, bertambah menjadi Rp 31 miliar mengingat jumlah penerima bantuan serta teknis perhitungan nilai beras dan jasa pengiriman membengkak.
“Awalnya pemkab menganggarkan bantuan sebesar Rp 25 milliar, namun setelah dihitung bantuan membengkak menjadi sekitar Rp 31 milliar lebih,” kata Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi, Rabu (17/5/2020).
Ia menjelaskan, soal perhitungan anggaran sebagai penyebab naiknya jumlah anggaran yang diperlukan bagi bantuan yang hendak diberikan Pemkab Cirebon bagi masyarakat terdampak covid-19.
Bila terhitung setiap KK mendapatkan 15 kg beras selama tiga bulan dan harga beras perkilonya sebesar Rp 12 ribu yang diperuntukan bagi 46.848 KK maka akan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 8,4 miliar.
“Buat beras aja kita sudah hitung membutuhkan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar,” ungkapnya.
Sementara yang mengantarkan beras tersebut memakai jasa ojek Online (Ojol) dengan ongkos sekali antar Rp 30 ribu.
“Sudah fix semua bantuan yang diberikan pemkab berupa beras. Alasannya sesuai dengan permintaan kebanyakan masyarakat. Beras kan tahan lama juga,” jelas Imron. (dave)