CIWARINGIN, fajarsatu – Menjelang new normal hingga belajar di sekolah mulai akan diberlakukan kembali, sejumlah santri di pondok pesantren mulai berdatangan.
Salah satunya para santri dari Wilayah III Cirebon barat yang akan berangkat ke Ponpes Al-Anwar, Kacamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
15 santri berkumpul di Kecamatan Ciwaringin untuk siap diberangkatkan menuju ke Ponpes Al-Anwar Rembang yang langsung dilepas Sekmat Ciwaringin, Jamhari. Di tengah pandemi Covid-19, tidak ketinggalan para santri juga harus mengikuti protokol kesehatan,
“Himbauan dari pondok, kita harus bawa surat kesehatan dari dokter, handsanitizer dan lima masker untuk perjalanan dan di sana nanti,” kata Rifki, pria asal Majalengka dan salah satu santri Ponpes Al-Anwar.
Koordinator santri yang akan berangkat, Abdul Rozak mengatakan, ada sebanyak 20 santri dalam pemberangkatan ke Ponpes Al-Anwar, Jawa Tengah. Sebanyak 15 santri dari wilayah Majalengka, Indramayu dan Cirebon barat dengan titik kumpul di Kecamatan Ciwaringin, sedangkan lima santri lainnya menunggu di Cirebon timur.
“Ada lima santri yang sudah berangkat melalui rombongan di Cirebon timur, sedangkan di wilayah Barat hanya 15 santri. Disini semua sudah dicek, semua lengkap. Membawa masker, surat keterangan sehat dari dokter dan handsanitizer. Membawa barang ini karena sudah dihimbau dari sana,” jelasnya.
Sekmat Camat Ciwaringin Jamhari mengatakan, pihaknya juga memantau dan melepaskan para santri yang berangkat mencari ilmu. Sebelum itu, pihaknya juga memeriksa kembali barang yang harus dibawa sesuai dengan protokol kesehatan Covid 19.
“Semua sudah kita cek, masker, handsanitizer dan surat keterangan sehat lengkap semua. Kita juga peringatkan agar melakukan pysical distancing sesuai dengan anjuran dari pemerintah,” jelasnya.
Jamhari menghimbau kepada para santri agar hati-hati dan terus berdoa agar selamat sampai tujuan.
“Saya doakan kalian agar selamat sampai tujuan. Belajarlah dengan rajin dan mudah-mudahan saat pulang dari pesantren ilmunya bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak,” pungkasnya. (dan)