CIWARINGIN, fajarsatu – Video viral seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengeluh karena sakit yang dideritanya di media sosial, ternyata warga Desa Bringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Pemberangkatannya juga melalui jalur tidak resmi alias ilegal.
Hal itu terungkap saat pemberangkatan Murni (23) istri dari Rokman (29) warga Blok IV Ranca Bolang, Desa Bringin tidak melakukan perizinan kepada pemerintahan desa setempat. Murni yang memilki satu orang anak, viral dimedia sosial karena keberadaanya di luar negeri padahal kondisinya dalam keadaan sakit.
Dalam video viral tersebut terlihat PMI itu sedang memperlihatkan penyakit yang dideritanya seperti benjolan di bagian payudara, namun dirinya sangat menyesalkan berada di luar negeri tepatnya di Negara Abu Dhabi. Ia sangat berharap untuk bisa pulang karena penyakit yang dideritanya.
Kuwu Desa Bringin, Ato Sumarto menjelaskan, pemberangkatan Murni tidak menempuh perizinan kedesa, sehingga pihaknya tidak memilki data apapun terkait PMI malang tersebut. ia sangat geram kepada sponsor yang membawa warganya tersebut.
“Itu memang warga kita, awalnya dia warga Gintung Ranjeng yang pindah ke Beringin. Kita juga sudah melihat di media sosial facebook, sehingga saya perintahkan kepada kepala dusun untuk menelusuri keberadaannya di blok apa, dan sudah kita temukan di Blok IV Ranca Bolang,” kata Ato kepada sejumlah media di ruangannya, Rabu (15/7/2020).
Namun dirinya sangat menyayangkan keberangkatan Murni diduga ilegal karena tidak menempuh prosedur yang benar apalagi dia diberangkatkan ke timur tengah. Dikatakannya izin ke pemerintahan desa juga tidak dilakukan, sehingga kami berharap sponsornya bisa datang kedesa.
“Ke desa juga tidak ada izinnya, karena kami pemerintahan desa sangat ketat terhadap perizinan pemberangkatan TKI, siapapun warga kami yang akan berangkat keluar negeri harus memiliki izin kepada pereintah desa, agar pemdes bisa mencatat data-datanya, itu kami lakukan karena kalau ada apa-apa pasti nantinya desa yang disalahkan, seperti kejadian sekarang ini,” papar Ato.
Dirinya sangat menyayangkan kepada sponsor yang memberangkatkan warganya, sampai saat ini belum pernah datang. Padahal data-data TKI sangat penting, seperti nama sponsor, nama PT yang memberangkatkan semua akan tercatat di pemerintahan desa.
”Sponsornya katanya orang Gintung Ranjeng, tapi kami belum tahu siapa namanya, dan sampai sekarang masih kita cari,” ungkapnya.
Sementara suami dari Murni PMI malang itu, Rokman mengatakan kalau dirinya tidak tahu apa-apa, saat itu keinginan istrinya sendiri berangkat ke luar negeri. Ia juga menjelaskan kalau istrinya pernah sakit dua tahun lalu.
“Waktu berangkat tidak sakit, karena sudah lama sakit dan dioperasi dua tahun lalu, kalau sekarang sakit saya tidak tahu.” Katanya.
Saat disinggung kenapa tidak memilki izin ke pemerintahan desa setempat, lagi-lagi dirinya tidak mengerti apa-apa, karena semua diserahkan kepada seponsor orang Gintung Ranjeng yang memberangkatkannya. (dan)