KUNINGAN, fajarsatu – Sebanyak 19 tim medis RSUD 45 Kuningan terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil itu muncul dari hasil swab massal internal tahap I RSUD 45 Kuningan.
“19 positif berasal dari 65 personil ter-swab test. Konfirmasi positif swab test ada 19 dari 65 orang yang di swab pertama. Sebanyak 18 itu tenaga kesehatan, 1 cleaning service UGD (Unit Gawat Darurat,red),” kata Direktur RSUD 45 Kuningan, dr. Deki Saefullah, Senin (3/8/2020).
Ia menyebutkan, dari 18 tim medis positif, ada empat dokter interensif, dan tiga dokter RSUD 45, sisanya perawat. Status mereka Orang Tanpa Gejala (OTG) dan beraktifitas seperti biasa. Mungkin, kata dia, jika tidak ada program swab massal, mereka tidak akan ada masalah.
“Jangankan RSUD 45 Kuningan, semua dinas ketika diswab tes massal apakah yakin bisa hasilnya nol persen. Kita (RSUD 45), itu karena ada program swab massal dari pemerintah. Awalnya gak tahu, santai saja. Tapi dari hasilnya, ada 19 terkonfirmasi positif, petugas agak down,” ungkap Deki.
Sebetulnya, kata Deki, protokol kesehatan RSUD 45 Kuningan sudah bagus. dirinya curiga virus ini datang dari luar atau petugas dari luar, bukan orang dalam asli.
Deki mencontohkan, pernah selama bertugas selama tiga bulan, semua petugas Tim Covid-19 diswab, terutama petugas inti, tetapi hasilnya semua negatif.
“Artinya dengan mereka menggunakan APD level 1 lengkap, itu aman. Itu mereka sudah melaksanakan tugas tiga bulan tapi hasil swab saat itu negatif,” tuturnya.
Justru perawat level II atau penunjang yang melayani umum di UGD atau ruangan umum yang bukan Covid-19, mungkin mereka terlalu santai, terlalu menggampangkan. Indikasi lain, imbuhnya, kunjungan keluarga pasien ke RSUD 45 Kuningan juga sulit dipantau dan dikontrol, terlebih Idul Adha kemarin.
“Itu yang saya khawatirkan, kita terlalu longgar. Entah internal kita yang membawa atau pengunjung yang datang. Apalagi sebelumnya, lingkungan RSUD 45 memang sudah rawan,” pungkas Deki. (Abel)