SUSUKAN, fajarsatu – Salah seorang masyarakat Susukan, Nono Sudarsono mengeluhkan sikap petugas PLN yang terkesan arogan. Pasalnya, tanpa diketahui pemiliknya sambungan listrik di rumahnya dicabut padahal hanya telat beberapa hari dari tagihan satu bulan.
Nono, warga Blok Susukan Wetan, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon menceritakan, saat itu pada Jumat (30/10/2020) dirinya mendapatkan surat tagihan listrik bulan Oktober, karena dirinya sibuk berdagang di Pasar Tegalgubug sehingga belum bisa membayarnya.
“Karena sibuk saya belum sempat membayar, sehingga pada Sabtu (31/10/2020) usai berdagang di pasar, saya membayarnya di Alfamart Susukan. Namun saat saya pulang, aliran listrik sudah diputus dan terpasang segel,” kata Nono, Minggu (1/11/2020).
Menurutnya, yang menjadi permasalahan dirinya memiliki industri rumahan dengan memperkerjakan lima karyawan untuk membuat saku celana.
“Ini sangat merugikan sekali, main putus saja, apa lagi pemilik rumah tidak ada di rumah,” ujarnya.
Lanjut Nono, jelas ini merugikan karena kerugian sehari bisa mencapai Rp1 juta, apa lagi sampai berita ini muncul padahal sudah melakukan pembayaran, petugas PLN belum juga datang untuk menyambungkan kembali aliran listriknya.
Sementara, Ketua Projo Kabupaten Cirebon, Hj Kuni Bukhori menyayangkan sikap petugas PLN yang main cabut aliran listrik tanpa sepengetahuan pemiliknya.
“Harusnya tidak seperti itu, apalagi itu hanya satu bulan telat beberapa hari saja, kasihan apalagi konsumen memiliki industri rumahan, sehingga ini bisa merugikan,” katanya.
Menurutnya Projo yang terus memperhatikan wong cilik akan terus mendengarkan keluhan masyarakat kecil. Iapun akan melakukan klarifikasi terkait hal itu kepada PLN Cabang Arjawinangun. (dan)