GEGESIK, fajarsatu – Penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Cirebon terkesan carut marut. Hal itu terungkap saat rapat kordinasi pupuk bersubsidi di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jumat (15/1/2021).
Rapat yang diikuti, Muspika Gegesik, kuwu se-kecamatan Gegesik, UPT pertanian, distributor, kios pupuk, para Gapoktan serta para petani.
Dalam rapat itu banyak bermunculan berbagai pertanyaan menyangkut keberadaan pupuk subsidi yang hilang entah kemana.
Seperti jumlah pupuk subsidi yang diterima kios tidak sesuai dengan kouta yang ada, sehingga petani banyak yang tidak mendapatkan pupuk.
Serta nama-nama yang ada di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) banyak yang bukan petani, dan banyak masyarakat yang bukan petani tetapi memiliki kartu tani, serta jumlah Kouta yang berbeda-beda.
Menanggapi semua itu, salah satu distributor Pupuk Phonska, Suroso mengatakan, kalau selama ini Pupuk Phonska tak bermasalah.
“Tidak ada masalah kok, penyaluran Pupuk Phonska sudah berjalan sesuai kuota dan sudah berjalan, semua kios tidak ada yang kekurangan, kalau pupuk lainnya saya tidak tahu,” katanya.
Lanjutnya mekanisme penyaluran pun sudah sesuai dengan aturan yang ada, pengiriman sudah sesuai dengan kouta yang ada.
“Kalau mekanisme di lapangan semua kita serahkan ke kuwu-Kuwu di desa masing-masing, intinya Pupuk Phonska siap memenuhi kebutuhan petani,” pungkasnya. (dan)