CIREBON – Gubernur Jawa Barat, H. RIdwan Kamil meresmikan revitaliasasi Pasar Pasalaran (Plered) dan Pasar Kue Weru di Jalan Raya Otto Iskandardinata, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/2/2022).
Usai gunting pita dan tandatangan prasasti, pria yang akrab disapa Kang Emil ini langsung melihat kondisi dalam pasar juga menanyakan harga bahan pokok dan daging kepada para pedagang.
Kang Emil juga naik ke lantai 2 para pedagang sandang yang diikuti Bupati Cirebon, H. Imron dan Wakil Bupati, Hj. Wahyu Tjiptaningsih.
Menurut Kang Emil, pihaknya kembali fokus membangun ekonomi di Kabupaten Cirebon, mengenai pembangunan pemerintahannya, infrastrukturnya dan pasar-pasar rakyat.
“Kita akan terus memperbaiki pasar-pasar di Jawa Barat agar ekonomi rakyat menjadi ekonomi nomor satu lagi, pasar ukurannya golongan menengah atas bersih dan baik seperti ini,” ujarnya.
Pasar Pasalaran ini di isi sekitar 1.400 pedagang sehingga menjadikan pasar pasalaran ini jadi pasar tradisional terbesar di Wilayah lll Jawa Barat.
“Mudah-mudahan yang kurang-kurang kita perbaiki sempurnakan, alhamdulillah warga pasar yang selama ini bertahun-tahun berdagang di pasar darurat bisa menempati dengan baik,” ungkap Gubernur.
Ia berharap pada 2022 ini Omicron cepat usai dan beralih pandemi menjadi endemi yang berarti penyakit tidak akan hilang tapi menjadikan Covid-19 hampir sama diperlakukan sebagai penyakit flu.
“Nantinya bisa dinikmati tidak ada PPKM lagi dan sudah tidak ada larangan kerumunan massal. Ini yang sedang dikaji oleh pemerintah pusat,” katanya.
Maka, tambahnya, pihaknya akan fokus membangun Jawa Barat tidak banyak anggaran yang direcofusing seperti dua tahun terakhir sehingga dapat membangun jalan, pasar, jembatan lebih bamyak lagi.
Pemrov Jabar, katan Kang Emil, menganggarkan pembangunan Pasar Pasalaran sekitar Rp 9 miliar lebih dan pasar kue sekitar Rp 13 miliar, sehingga total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 22 miliari.
Saat ditanya mengenai bahan pokok cenderung mengalami kenaikan, menurut Ridwan Kamil, pihaknya teus memonitor seperti hal minyak goreng ada tersedia tapi harga ternyata masih di atas Rp 14 ribu.
“Ada kenaikan daging sapi naik kita lakukan pengecekan ke pemerintah pusat karena ada hubungan dengan impor daging sapi dari Australia dan kita butuh waktu,” kata Ridwan Kamil.
Lebih lanjut dikatakannya, Pemrov juga sudah monitoring kenaikan harga cabe dan bawang tapi masih relatif terkendali.
Terkait harga bahan pokok yang biasanya ada kenaikan menjelang puasa dan Idul Fitri, Kang Emil menyampaikan atensi dari Pemprov akan lebih banyak dikendalikan.
“Kita masih punya stok operasi pasar dengan harga terjangkau,” ucapnya.
Usai meresmikan Pasar Pasalaran, Gubernur langsung menuju ke Pasar Kue Weru untuk meresmikan revitalisasi peresmian pasar kue yang berjarak hanya 500 meteran dari Pasar Pasalaran. (yus)