CIREBON – Pengrajin arang batok kelapa di Desa Gintung Lor, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon butuh bimbingan Dinas UMKM Kabupaten Cirebon
Arang yang terbuat dari Batok kelapa jelang idul adha pemesanan cukup signifikan sehingga membuat para pengrajin kekurangan permodalan hingga sangat memerlukan bantuan dinas terkait.
Menurut pengrajin arang batok kelapa, Acung, saat ini banyak pesanan jelang musim sate di hari raya Idul adha, namun terbentur permodalan.
“Saat ini permintaan naik, untuk sekali bakar arang batok kelapa sehari hingga 1 – 2 kwintal. Padahal sebelumnya hanya 1 kwintal perhari sekali bakar,” ujar Acung, Senin (27/6/2022).
Dikatakan Acung, saat ini bahan baku batok kelapa masih ngambil di wilayah Ciamis. Setelah batok kelapa yang sudah kering kemudian dibakar di drum yang sudah disiapkan kemudian drum itu ditutup agar api tidak besar karena bisa menghanguskan batok kelapa sehingga tidak menjadi arang.
Satu drum berisi 30 kg batok kelapa kering kemudian dibakar, setelah api membesar kemudian drum ditutup.
“Saat ini pemasaran masih wilayah Cirebon, untuk satu kilo arang Batok kelapa di jual harga Rp 9-10 ribu perkilo.” Pungkasnya. (dan)