CIREBON – Al Bahjah Tour & Travel kembali menggelar manasik umrah untuk pemberangkatan pada 4 November 2022 yang berlangsung di Lantai 3 Apita Tower Hotel, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (29/10/2022).
Pelaksanaan manasik umrah ini juga dihadiri Kasi PHU Kemenag Kabupaten Cirebon, Yuto Nasihin Direktur Al Bahjah Tour & Travel, Ustad Syariful Hidayat dan seluruh pengelola Al Bahjah Tour & Travel Cirebon serta calon jamaah umrah yang akan berangkat ke tanah suci pada 4 November 2022.
Usai manasik, Manager Al Bahjah Tour & Travel, Ustad Maulana Firmansyah mengatakan, pelaksanaan manasik umrah kali ini untuk jamaah umrah yang akan terbang menuju ke Saudi Arabia berangkat dari Pondok pada 4 November 2019 mendatang.
“Alhamdulillah pada hari ini Sabtu (29/10/2022) Al Bahjah Tour & Travel telah sukses menyelenggarakan mansik umrah untuk Program Umroh Bersama Abah Asep Abu Hanifah yang insya Allah akan terbang menuju ke Saudi Arabia berangkat dari Pondok Al Bahjah pada tanggal 4 November 2019 dan akan langsung menuju ke Hotel Jazz di Jakarta menginap satu malam,” ungkap Firman.
Ia menambahkan, pada esok harinya pada 5 November 2022 langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan jadwal terbangnya (take off) pukul 10.45 WIB.
“Pada mansik kali ini alhamdulillah dihadiri Kasi PHU Kemenag Kabupaten Cirebon, Bapak Yuto Nasihin, sedangkan materi manasik disampaikan Pak Ustad Maulid,” kata Firman.
Dikatakannya, untuk Program Umroh Bersama Abah Asep Abu Hanifah ini menggunakan pesawat Saudi Airlines langsung menuju ke Mekkah dengan jumlah sebanyak 86 jamaah.
Firman mengatakan, para calon tamu Allah ini harus mempersiapkan hati untuk umrah sebab siapa pun yang menjadi tamu Allah, tentunya sudah melalui proses pemilihan dan calon jamaah ini merupakan orang yang terpilih menjadi tamu Allah.
Disebutkan Firman, seperti biasa pelaksanaan manasik umrah kali ini untuk memahami rukun umrah, antara lain Niat/Ihram, Tawaf, Sa’i, Tahallul dan Tertib.
“Niat atau Ihram artinya semua kegiatan pasti diawali dengan niat, termasuk ibadah umroh. Dalam ibadah umroh, niat ini diberi istilah ihram. Orang yang akan melakukan ibadah umroh menggunakan pakaian ihram atau kain tanpa jahitan dan melafazkan niat dari Miqat yang merupakan titik awal memulai ibadah umroh,” kata Firman.
Rukun umroh selanjutnya, adalah tawaf atau mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Titik awal Thawaf ini dimulai dari Hajar Aswad dan dianjurkan untuk mengusap Hajar Aswad ketika melewatinya. Bila tidak memungkinkan untuk mengusap Hajar Aswad, jamaah diperbolehkan dengan hanya memberi isyarat berupa lambaian tangan ke arah Hajar Aswad.
“Ketika melakukan Thawaf kita diperbolehkan pula untuk berdzikir maupun melafadzkan doa atau harapan yang dimiliki,” ucapnya.
Kemudian Sa’i yang artinya berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah. Rukun umrah yang satu ini dilakukan sebanyak tujuh kali disunahkan untuk memanjatkan doa yang diinginkan.
“Rangkaian ibadah Sa’i ini berasal dari kisah Siti Hajar ketika mencarikan minum bagi Ismail saat masih kecil. Istri nabi Ibrahim itu berlari bolak-balik mencari air dari sumber mata air yang kini dikenal dengan mata air zam-zam,” jelas Firman.
Rukun umroh yang berikutnya adalah Tahallul yang bermakna melepaskan diri dari larangan ihram seperti mencukur rambut atau menggunting rambut paling sedikit tiga helai rambut.
Dijelaskan Firman, Tahallul ini dilakukan di luar Masjidil Haram dekat Bukit Marwah. Setelah melakukan Tahallul, jamaah bebas dari larangan ketika menunaikan ibadah umrah.
“Rukun umrah yang terakhir adalah tertib yang memiliki maksud bahwa para jama’ah ibadah umrah harus melaksanakan segala rukun umrah satu persatu atau sesuai urutan dan aturan yang ditetapkan,” katanya.
Tambah Firman, dalam melakukan niat ihram (miqat) yang akan dilakukan di dalam pesawat saat melewati Bukit Yalamlam dan turun dari pesawat sudah memakai ihram dilanjutkan menyimpan barang bawaan di hotel, setelah itu thawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi Kabah, sa’i habis itu potong rambut (tahalul). (irgun)