CIREBON – Pendistribusian kebutuhan pupuk subsidi untuk para petani Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon hanya terserap 52 persen saja.
Hal itu seperti yang disampaikan ketua HKTI kabupaten Cirebon, Tasrip Abubakar saat rapat koordinasi yang dihadiri pemerintah kecamatan, para kuwu se-Kecamatan Gegesik, Gapoktan, pemilik kios pupuk, Kamis (1/12/2022).
Dikatakan Tasrip, Kecamatan Gegesik memiliki luas pertanian mencapai 5200 hektare. Ini sangat luas dibandingkan kecamatan lainnya, sehingga Gegesik menjadi lumbung padi di kabupaten cirebon.
Menurutnya, perhitungan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk subsidi yang dibutuhkan mencapai 275 Kg per hektare untuk jenis pupuk Urea, sedangkan untuk pupuk jenis NPK 250 kg per hektare.
“Namun yang terserap untuk pupuk jenis Urea bisa tercukupi, tapi jenis NPK hanya 129 kg per hektare atau hanya 52 persen saja,” katanya.
Tasrif menambahkan, pupuk itu sangat dibutuhkan sekali di Kecamatan Gegesik jelang masa tanam 2022, namun semua hanya pasrah karena alokasi tersebut merupakan ketetapan dari Kementerian Pertanian.
“Kekurangan pupuk ini membuat para petani harus mencari pupuk alternatif (pupuk non subsidi) yang harganya cukup mahal,,” ujarnya.
Tasrip berharap kepada semua stockholder untuk bisa menmbuat pendataan kembali petani yang terdapat di RDKK sehingga valid 100 persen, para kios juga hendaknya memberikan pupuk nya kepada para petani yang ada di RDKK. (de)