CIREBON, fajarsatu.com – Mendapatkan laporan masyarakat Cirebon terkait Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon setiap tahun selalu banjir, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengunjungi Gegesik untuk mencarikan solusi permasalahan banjir di wilayah tersebut.
“Saya bersama instansi terkait sengaja datang sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap keluhan masyarakat Gegesik yang sudah lama setiap tahun selalu dilanda banjir,” kata Uu kepada media usai melakukan kunjungan, Senin (20/2/2023).
Bahkan, lanjut Up, biasanya masyarakat Gegesik melakukan lima kali tanam dalam setahun, namun panen hanya satu kali.
“Ini sangat merugikan sekali para petani, namun saya sangat menghargai para petani meski ditimpa musih banjir dengan berkali-kali tanam semangat petani tak pernah putus asa,” ujar Uu.
Dengan semangat yang luar biasa para petani, tambahnya, sehingga dirinya memberikan penghargaan dengan berkunjung ke Gegesik agar bisa mengetahui langsung kondisinya.
“Saya datang bersama dinas terkait seperti SDA, Dinas pertanian, dan BBWS sehingga keluhan masyarakat, dan para kuwu bisa didengar langsung,” katanya.
Namun, Uu mengakui saat ini belum bisa memberikan jawaban realisasi apa yang diinginkan masyarakat, karena semua permasalahannya harus dilakukan dengan duduk bersama.
“Karena permasalahan ini harus duduk bersama dengan seluruh pihak. Nanti hari Rabu (22/2/2023) saya mengundang perwakilan masyarakat Gegesik dan para kuwu untuk datang ke Gedung Sate,” ujarnya.
Uu Ruzhanul Ulum juga akan mengundang pihak BBWS provinsi karena permasalahan petani Gegesik banyak terkait BBWS.
“Permasalahannya banyak terkait BBWS seperti keinginan masyarakat untuk melakukan normalisasi pengerukan sungai karena sudah 30 tahun belum ada, agar air sungai tidak meluap lagi ke atas,” terang Uu.
Lanjutnya, selain permasalahan banjir, permasalahan bangunan embung juga menjadi keluhan masyarakat.
“Embung yang sudah ada harus ada perbaikan, karena adanya embung bukan mengurangi masalah tetapi malah semakin parah banjirnya, sebelum ada embung banjir tiga hari bisa selesai surut, tetapi setelah ada embung 15 hari belum juga surut, ” paparnya.
Sehingga, menurut Uu, semuanya harus ada solusi, semuanya harus bisa duduk bersama mencarikan permasalahan banjir di wilayah Kecamatan Gegesik. (de)