KUNINGAN, fajarsatu.com – Sejak 10 tahun terakhir, kemajuan Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Kemuning, Kabupaten Kuningan, patut diacungi jempol.
Bagaimana tidak, dari pendapatan total kotor Rp 65 miliar tahun 2022 sudah memetik laba Rp 6 miliar dengan kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 2,4 miliar.
Plt Direktur PAM Kuningan, Dr Ukas Suharfaputra mengakui, PAM sudah mencipta laba dengan tata-rata per tahun laba kotor Rp 6 miliar.
“Terhitung 10 tahun terakhir, mulai laba hanya Rp 500 juta sekarang laba Rp 6 miliar. Harus diakui, itu keberhasilan Almarhum (Deni Erlanda, red). Yang merecovery. Sebelum itu, kan banyak kejadian, friksi-friksi. Tapi zaman Almarhum 10 tahun terakhir, berkembang pesat,” ujar Ukas, Selasa (14/03/2023).
Dari peningkatan laba, otomatis porsi PAD juga tumbuh terus. Rumusnya, porsi PAD itu, 55 prrsem dari laba harus masuk ke PAD. Sekarang porsinya sudah diangka Rp 2,4 miliar. “Itu perkembangan bagus,” kata Ukas.
Begitu pun tentang jumlah pelanggan PAM Kuningan juga sudah tembus 54 ribu. Meskipun kedepan akan susah naik jumlah pelanggan. Alasannya, debit air baku milik PAM saat ini 617 liter/detik, belum bertambah. PAM Debit air baku harus naik dulu, baru bisa menambah jumlah pelanggan.
Meski begitu, lanjut Ukas, program pemasangan sambungan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun ini masih ditarget 1.000 pemasangan. Tapi Ia memastikan target MBR tahun depan, akan semakin menyusut karena debit air baku belum ada.
“Untuk target MBR tahun ini 1.000, karena kita masih ada idol capacity di Waduk Darma sekitar 40 liter/detik. Debit masih menganggur, kita akan manfaatkan itu. Meskipun jaringan juga sebenarnya sering terganggu karena sering bocor akibat jaringan sudah tua. Jadi otomatis, tetap harus menambah debit air baku,” pungkas Ukas. (abel)