CIREBON, fajarsatu.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas l Cirebon dalam mewujudkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ber-akhlaqul karimah dengan belajar baca tulis Al-Quran ditambah belajar kitab kuning (fiqih) di Masjid At Taubah di lingkungan lapas, Selasa (30/5/2023).
Kegiatan pondok pesantren inj dilaksanakan mulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB setiap harinya. Para santrinya yakni seluruh warga binaan yang ada di Lapas.
Adapun materi yang diajarkan oleh dalam kegiatan ini langsung dari Pondok Pesantren Al-Firdaus Buntet, Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Ponpes Al-Firdaus memberikan tenaga pengajar dengan guru-guru di Masjid At-Taubah, salah satunya pengajarnya adalah Ustad Ahmad Hasbi.
Menurut Ustad Ahmad Hasbi, para warga binaan selama 2 bulan sangat antusias mengikuti program pondok pesantren di lapas.
“Selama mengajar pesantren di Lapas lebih kurang dua bulan, para narapidana sangat antusias dan semangat tinggi dalam mengikuti pesantren ini,” ujarnya.
Lanjut Hasbi, dalam mengikuti pesantren ini untuk sarana dan prasarana kegiatan yang ada di Lapas sudah cukup mendukung, hanya buku tulis saja yang kurang.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas l Cirebon, Kadiyono mengatakan, program pondok pesantren bagi warga binaan di lapas ini sangat berarti dan bermanfaat, apalagi bisa mengimplementasikannya, khususnya bagi warga binaan saat berada di Lapas dan saat bebas nanti.
“Program pondok pesantren bagi warga binaan ini merupakan upaya pembinaan bagi narapidana yang ada di dalam lapas, sehingga santri narapidana tersebut dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan dapat mengamalkan ilmu selama di Lapas maupun saat bebas nanti,” kata Kadiyono. (yus)