CIREBON – Sebagai suatu organisasi pariwisata di Indonesia, tentunya berjalannya organisasi ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas yang terdapat didalamnya. Mengelola organisasi yang digerakan oleh SDM yang dapat bekerja secara mandiri menjadi salah satu ciri sehatnya suatu organisasi.
Sebagai bentuk bukti berjalannya organisasi ini secara manajemen, maka fungsi planning menjadi faktor yang sangat penting untuk ditetapkan.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Indonesia Fighter Tourism Association (IFTA) yang juga Ketua Panitia Rakernas I IFTA 2022, Andri HR Somamihardja, Rabu (16/3/2022).
Lanjutnya, IFTA merupakan motor pariwisata berbasis konservasi budaya, alam, sosial dan lokalitas yang sudah berdiri dua tahun lebih.
“Di saat pandemi Covid-19 merobohkan seluruh aspek ekonomi sosial dan pariwisata, IFTA hadir sebagai penyemangat dan penggerak untuk memberikan inovasi dan explore ke seluruh daerah di Indonesia,” kata Andri.
Sehingga, lanjutnya, paska Covid -9 ini masyarakat lebih kuat, solid dan inovatif, fokus dan tujuan IFTA menjadikannya sebagai barometer pariwisata yang ramah dan berkelanjutan.
“Karena nama IFTA mendiskripsikan para pejuang pariwisata Indonesia yang tetap gigih memperjuangkan pariwisata dari daerahnya masing masing. Dalam keadaan apapun fighter diharapkan tetap kuat penuh dengan semangat juang tanpa pantang menyerah,” jelas Andri.
Selain itu, kata dia, IFTA juga mempersiapkan destinasi wisata, menata dan membina para pelaku pariwisata TA, TO, TL, ED dan bidang lainnya sebagai rantai pasak pariwisata di seluruh Nusantara, khususnya untuk pengembangan SDM pariwisata berkelanjutan.
“IFTA sebuah lambang kebanggaan bagi para pejuang pariwisata (fighter of tourism) yang berjuang dari bawah membantu pemerintah untuk bangkitkan pariwisata Indonesia,” terang Andri.
Dikatakannya, IFTA yang baru saja merayakan hari kelahirannya yang ke-2 di Pantai Teluk Kiluan di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, sadar atau tidak di masa pandemi banyak sekali karya IFTA yang mendorong kemajuan pariwisata di Indonesia.
“Namun kinerja IFTA akan lebih baik bila sebelumnya direncanakan secara matang. Untuk itulah dalam rangka pembenahan IFTA di masa mendatang, harus berdasarkan perencanaan yang baik yang digodok melalui rapat kerja (raker),” papar Andri.
Tambahnya, raker ini juga sekaligus akan mengukukuhkan formasi organisasi yang akan dijalankan kedepannya.
Ia menyebut, rakenas I IFTA 2022 yang akan dilaksanakan di Majalengka ini adalah dalam rangka memperkuat sisi oragnisatoris IFTAsebagai upaya “Sustainableof Tourism Rising Movement” yang diselenggarakan di Indonesia.
“Semoga menjadi awal yang baik menumbuhkembangkan IFTA dan membangkitkan pariwisata Indonesia,” pungkas Andri. (irgun)