KUNINGAN, fajarsatu.com – Unjuk rasa warga Desa Karang Baru, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan memuncak, Kamis (9/3/2023). Mereka kembali mengepung Kantor Desa Karang Baru, menuntut Kepala Desanya, Ade Supriatno mundur dari jabatan kades.
Menjaga hal-hal tidak diinginkan, aparat kepolisian, koramil berjaga ketat mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan sejak pukul 11.00. Betul saja, warga nyaris rusuh. Beruntung hujan turun, aparat sigap menertibkan.
Meski begitu,desakan warga makin deras. Hingga akhirnya, Kades Karang Baru, Ade Supriatno yang baru menjabat sekitar 3 tahun, legowo menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kades. Pernyataan lisan dihadapan warga tersebut, ditindaklanjuti pernyataan serupa bertuliskan tangan, dengan tanda tangan diatas materai.
Ikut menyaksikan Camat, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Ciwaru. “Kades sudah tidak dipercaya masyarakat, Maka kami menuntut kades mundur. Alasannya, banyak kejadian tidak masuk akal. Seperti pemotongan bansos, BPNT, juga hak-hak aparat desa lain banyak dipotong,” beber Ketua Karang Taruna Desa Karang Baru, Harry Bagus.
Kepala Desa Karang Baru Ade Supriatno mengaku, sebenarnya Ia ingin menerangkan hasil-hasil pembangunan, termasuk keuangan dalam rapat bersama warga ini. Tapi melihat situasi, demi nama baik Desa Karang Baru, demi nama baik kecamatan, Ia legowo mundur.
“Saya legowo, tidak terpaksa mundur. Karena saya yakin, ini kehendak Allah SWT,” ucapnya.
Sebenarnya juga diawal Ia mengajak warga untuk menarik benang merah kejadian ini. Siapa sebenarnya yang makan dana desa itu. Ia mengaku sudah menjelaskan, tapi warga tidak mau mengerti. Mungkin karena faktor pribadinya tidak suka, bias juga dari lawan politik. Yang ingin mereka perbuatannya tersebut, divonis salah saja. Diterangkan juga olehnya, tidak mungkin masuk.
“Misal soal Dana BLT DD, sudah dibagikan. Sudah diberikan ke lurah masing-masing. Ini kwitansinya, ada kwitansinya. Tapi kan tidak mau ngerti, dikiranya sama kades saja,” celetuk Ade.
Tapi Ia membantah kejadian ini tidak ada kaitan dengan insiden memalukan Bank Emok. “Saya tidak tahu itu samasekali,” kilahnya. (abel)