KEJAKSAN, fajasatu – PT KAI Daop 3 Cirebon sudah mempersiapkan lonjakan penumpang dalam menghadapi hari Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
Dalam menghadapi Nataru ini sarat penumpang di transportasi moda Kereta Api dari Daop 3 Cirebon mengikuti dari Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan No 112 Tahun 2001 dimana pada protap tersebut adanya pengetatan protokol kesehatan.
Hal ini disampaikan Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto pada sejumlah wartawan di Stasiun Kereta Api Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (22/12/2021).
Lanjutnya, untuk syarat pengetatan akibat pemberlakuan SE No:112 di masa Nataru dari 24 Des 2021 hingga 2 Januari 2022 antara lain bagi penumpang jarak jauh usia di atas 17 tahun, wajib telah vaksin Covid-19 minimal dua kali, apabila didapatkan baru vaksin satu kali atau belum sama sekali, maka tidak diperkenankan/dilarang naik.
Kemudian, lanjut Suprapto, bagi penumpang jarak jauh yg berusia di bawah 12 tahun, sebagai surat tanda bebas Covid -19 harus berupa hasil negatif dari Test RT-PCR yang berlaku 3 x 24 jam
Sementara untuk pemesanan tiket sendiri ini berbagai macam yang persuasif untuk hari-harinya namun secara garis besar ketersediaan tiket di Daops 3 Cirebon masih sekitar 55 persen.
“Kalau untuk jumlah penumpang yang naik kalau kita bandingkan di bulan November 2021 dimana rata-rata jumlah penumpangnya sekitar 1.500 penumpang per hari,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini dari periode 19 Desember 2021 sampai dengan saat ini rata-rata jumlah penumpangnya mencapai 2.000 penumpang per hari.
Untuk pemesanan tiket sendiri baru mencapai 45 persen jadi masih ada sekitar 55 persen dari total tiket yang sudah disiapkan.
:Jadi kalau untuk trennya masa Nataru dibandingkan dengan hari-hari biasa dan ini berbeda dengan masa angkutan Lebaran.
“Kalau masa Lebaran itu penumpangnya memesan tiket jauh-jauh hari tapi kalau trend untuk Natal dan Tahun Baru ini trend penumpangnya memesannya dekat-dekat hari. Total untuk saat ini yang beroperasi ada 84 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon,” ucap Suprapto.
Katanya lagi, kalau untuk di programnya sendiri ada 101 perjalanan kereta api jadi masih di bawah program yang direncanakan ini yakni 84 hari.
Masih menurut Suprapto, awalnya KA Cirebon Ranggajati juga ada KA Kaligung itu ada enam perjalanan untuk keberangkatan awal di Wilayah Daop 3 Cirebon.
“Kita kan termasuk di lintasan sendiri ada 101 perjalanan, sekarang yang baru beroperasi 84 jadi masih di bawah yang kita programkan, sementara untuk kapasitasnya kita tetap ada pembatasan,” pungkaanya. (yus)