CIREBON, fajarsatu.- Maraknya jamaah umrah yang gagal diberangkatkan ke Tanah Suci akibat biro perjalanan umrah tidak dapat memberikan kepastian jadwal pemberangkatan, menyebabkan para calon jamaah kecewa.
Kondisi ini terjadi di Kabupaten Kuningan beberapa waktu saat 41 calon jamaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci tanpa ada penjelasan resmi dari biro perjalan umrah.
Menanggapi hal tersebut, founder biro perjalanan umroh dan haji khusus Syakira Tour dan Travel, Rickie Ferdinansyah buka suara.
“Sudah seharusnya semua stakeholder yang berkaitan dengan perjalanan umroh dan haji khusus tersebut harus memberikan kepastian bagi setiap calon jamaah umrah yang gagal buat berangkat. Jelas kami selaku penyedia jasa perjalanan umroh menyesalkan dari apa yang terjadi di Kuningan,” kata Rickie.
Dikatakannya, Syakira Tour and Travel merupakan anak usaha dari Kromet Group ini sudah berdiri lebih dari 10 tahun yang telah memberangkatkan jamaah tidak mampu setiap tahun melalui program wakaf umrah.
Selain itu, lanjutnya, Syakira Tour and Travel juga memberikan layanan konseling kepada masyarakat yang hendak berangkat umrah maupun haji khusus guna mengetahui penyedia jasa perjalanan yang kredibel dan akuntabilitas.
“Kita juga membuka jasa layanan konseling bagi masyarakat yang mau berangkat umroh maupun haji plus supaya mengetahui penyedia jasa perjalanan mana saja yang kredibel dan akuntabilitas. Kita buka jasa pelayanan ini supaya tidak ada lagi masyarakat yang tertipu untuk beribadah ke Tanah Suci,” bebernya.
Rickie menambahkan, pihaknya sudah dua tahun membuka cabang di Cirebon sejak 2018 lalu, telah membuka cabang lainnya di Pulau Jawa, Maluku dan Sulawesi dan telah memberangkatkan sebanyak 22 jamaah melalui Program Wakaf.
“Syukur alhamdulillah dalam Program Wakaf Umrah yang kita gulirkan, sudah memberikan 22 jamaah untuk bisa berangkat umroh secara gratis,” tuturnya.
Di tengah fenomena kegagalan berangkat umrah, ia mengimbau agar jamaah lebih waspada dalam melakukan proses pendaftaran. Pasalnya selama ini selalu terjadi menimpa masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.
“Jadi harus waspada buat semua masyarakat yang mau berangkat umroh, kali bisa cari tahu dulu apakah penyedia jasa sudah punya izin apa belum,” ucapnya. (FS-7)